DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENGEMBANGKAN AKTIVITAS, KEMANDIRIAN, DAN ASPEK MOTORIK HALUS ANAK MENGGUNAKAN MODEL PROJECT BASED LEARNING, GROUP INVESTIGATION, DAN MEDIA ECOBRICK PADA KELOMPOK A2 DI TK INSAN AZKIA BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | RIZQIEYA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-07-26 |
Rizqieya. 2024.Mengembangkan Aktivitas, Kemandirian, dan Aspek Motorik Halus Anak Menggunakan Model Project Based Learning, Group Investigation, dan Media Ecobrick Pada Kelompok A2 Di TK Insan Azkia Banjarmasin. Skripsi S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing Ratna Purwanti, M.Pd
Kata Kunci : Motorik Halus, Project Based Learning, Group Investigation, Media Ecobrick.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah hasil perkembangan motorik halus anak pada kelompok A2. Hal ini disebabkan penggunaan model dan media pembelajaran yang kurang bervariasi dan kurangnya kemandirian dalam menyelesaikan tugas dampaknya perkembangan motorik halus anak terhambat dan anak kurang mandiri dalam kegiatan pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas anak, menganalisis kemandirian anak dan hasil perkembangan aspek motorik halus anak.
Pendekatan penelitian ini menggunakan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas, dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan, setting penelitian pada anak kelompok A2 TK Insan Azkia Banjarmasin yang berjumlah 12 anak (6 laki-laki dan 6 perempuan). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara. Jenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif. Analisis data di lakukkan dengan Teknik deskriptif kualitatif yang dijabarkan dengan cross tabulasi dan grafik yang di sajikan dengan indikator keberhasilan perkembangan yang ditetapkan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aktivitas guru pada pertemuan ke- 1 mendapat skor 21 dengan kategori "Baik" dan terus meningkat hingga pertemuan ke-4 mendapat skor 30 dengan kategori "Sangat Baik". (2) Aktivitas anak pada pertemuan ke-1 mendapat persentase 42% kategori "Cukup Aktif" dan terus meningkat hingga pertemuan ke-4 mendapat persentase 100% kategori "Sangat Aktif”. (3) Kemandirian anak pada pertemuan ke-1 mendapat persentase 42% kategori "Cukup Mandiri" dan terus meningkat hingga pertemuan ke-4 mendapat persentase 100% kategori "Sangat Mandiri". (4) Hasil perkembangan aspek motorik halus anak pada pertemuan ke- 1 mendapat persentase 33% dan terus meningkat hingga pertemuan ke-4 mencapai 100% anak berhasil berkembang dengan kategori "Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB)".
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa menggunakan model Project Based Learning, Group Investigation, dan Media Ecobrick aktivitas guru dalam mengembangkan aktivitas, kemandirian dan aspek motorik halus anak mencapai kategori “Sangat Baik”, aktivitas anak dalam pembelajaran mencapai kategori “Sangat Aktif”, kemandirian anak dalam pembelajaran mencapai kategori “Sangat Mandiri”, dan hasil perkembangan aspek motorik halus anak mencapai kategori “Berkembang Sangat Baik (BSB)”. Disarankan bagi kepala sekolah, guru dan peneliti selanjutnya dapat menjadi bahan masukan informasi untuk memperbaiki pembelajaran pada anak.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI