DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENGEMBANGKAN AKTIVITAS, TANGGUNG JAWAB, DAN ASPEK MOTORIK HALUS MENGGUNAKAN MODEL PROTEIN DAN MEDIA LOOSE PARTS PADA ANAK KELOMPOK A TK NEGERI 3 ALALAK | |
| PENGARANG | : | NORHUSNA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-07-26 |
Norhusna. 2024. Mengembangkan Aktivitas, Tanggung Jawab, dan Aspek Motorik Halus Anak Menggunakan Model Protein pada Anak Kelompok A TK Negeri 3 Alalak. Skripsi Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing Celia Cinantya., S.Kom, M.Pd.
Kata Kunci: Aktivitas Anak, Tanggung Jawab, Aspek Motorik Halus, Model Protein, Media Loose Parts.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas, tanggung jawab, dan aspek motorik halus anak dalam mengkoordinasikan mata dan tangan. Penyebab dari permasalahan ini yaitu pembelajaran kurang bermakna, pembelajaran abstrak, dan pembelajaran bersifat teacher-center. Solusi yang diberikan yaitu dengan menggunakan kombinasi model project based learning, explicit instruction, media loose parts. Tujuannya untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas anak, tanggung jawab, dan hasil perkembangan aspek motorik halus anak dalam mengkoordinasikan mata dan tangan.
Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini dilakukan dalam 3 kali pertemuan. Setting Penelitian ini dilakukan pada anak Kelompok A TK Negeri 3 Alalak dengan jumlah sebanyak 17 orang anak. Teknik pengumpulan data aktivitas guru, aktivitas anak, tanggung jawab anak, dan aspek motorik halus anak diperoleh melalui lembar observasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan cross table dengan digambarkan tabel dan grafik. Indikator keberhasilan aktivitas guru, dikatakan berhasil jika memperoleh skor 23-28 dengan kategori “Sangat Baik”. Aktivitas anak secara klasikal dengan persentase ≥80% ”Aktif”. Tanggung jawab secara klasikal dengen persentase ≥80% “Bertanggung Jawab”. Dan hasil perkembangan motorik halus anak secara klasikal memperoleh persentase 80% “Berhasil Berkembang”.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan I mendapat skor 17, pertemuan II mendapat skor 22, dan pertemuan III mendapat skor 27. Aktivitas anak pertemuan I memperoleh persentase 29%, pertemuan II memperoleh persentase 59%, pertemuan III memperoleh persentase 100%. Tanggung jawab pada pertemuan I memperoleh persentase 35%, pertemuan II memperoleh 65% dan pertemuan III memperoleh 94%. Hasil perkembangan motorik halus pertemuan I memperoleh persentase 35% pertemuan II memperoleh 59%, dan pertemuan III memperoleh 100%.
Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa melalui Model Protein dapat meningkatkan aktivitas anak, tanggung jawab, dan aspek motorik halus dalam mengkoordinasikan mata dan tangan. Penelitian ini diharapkan dapat menambah referensi bagi kepala sekolah dan guru dalam memilih model pembelajaran khususnya dalam meningkatkan motorik halus anak, dan bagi peneliti selanjutnya dapat membantu memberi inspirasi dan menjadi referensi.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI