DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN AKTIVITAS, BERPIKIR KRITIS, DAN KERJASAMA SISWA PADA MATERI PERUBAHAN WUJUD BENDA MENGGUNAKAN MODEL PESONA PADA SISWA KELAS V SDN KARANG MEKAR 8 BANJARMASIN
PENGARANG:ADHA MAHARANI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-07-26


Maharani, Adha. 2024. Meningkatkan Aktivitas, Berpikir Kritis, Dan Kerjasama Siswa Pada Materi Perubahan Wujud Benda Menggunakan Model Pesona Pada Siswa Kelas V SDN Karang Mekar 8 Banjarmasin. Skripsi Program S1 Pendidik Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing : Dr. Noorhapizah, S.T., M.Pd.

Kata Kunci:  Aktivitas, Hasil Belajar, Kerjasama, Bepikir Kritis, PESONA.

Permasalahan pada penelitian ini adalah rendahnya aktivitas, keterampilan kerjasama dan berpikir kritis siswa. Hal ini disebabkan pembelajaran Siswa  kurang terlibat aktif Kurangnya keterlibatan siswa dalam kegiatan kerjasama dan berpikir kritis Pembelajaran kurang menarik dan menyenangkan karena model dan metode pembelajaran yang kurang bervariasi. Upaya mengatasinya dengan menggunakan model PESONA. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis peningkatan aktivitas siswa, keterampilan kerjasama dan berpikir kritis, serta hasil belajar. 

Penelitian ini menggunakan PTK yang dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan. Subjek penelitian yaitu siswa kelas V SDN Karang Mekar 8 Banjarmasin yang berjumlah 16 orang, pada semester II tahun ajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis data dalam penelitian ini berupa data kualitatif dan data kuantitatif, data diperoleh melalui observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan kerjasama dan berpikir kritis, serta hasil belajar yang diperoleh melalui tes tertulis secara kelompok dan individu. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif yang disajikan dengan tabel dan grafik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan 1 sampai 4 meningkat dari kriteria  “baik” menjadi kriteria “sangat baik”. Aktivitas siswa pada pertemuan 1 sampai 4 meningkat dari kriteria “cukup aktif” menjadi “sangat aktif”. Keterampilan berpikir kritis pada pertemuan 1 sampai 4 meningkat dari kriteria “kurang terampil” menjadi “sangat terampil”. Keterampilan kerjasama pada pertemuan 1 sampai 4 meningkat dari kriteria “cukup terampil” menjadi “sangat terampil”. Sehingga hal ini berdampak pada hasil belajar afektif, kognitif, dan psikomotorik siswa pertemuan 1 sampai 4 terjadi peningkatan secara klasikal.

Berdasarkan temuan dapat disimpulkan bahwa model PESONA dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan kerjasama dan berpikir kritis, serta hasil belajar pada siswa. Disarankan penggunaan model tersebut sebagai alternatif dalam meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan kerjasama dan berpikir kritis, serta hasil belajar.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI