DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENGEMBANGKAN ASPEK MOTORIK HALUS ANAK MENGGUNAKAN MODEL PROJECT BASED LEARNING, METODE DEMONSTRASI DAN MEDIA KERTAS ORIGAMI PADA KELOMPOK A DI TK TUNAS BAKTI KEC. ALALAK | |
| PENGARANG | : | RATU SALMA ABABILAYKA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-07-27 |
Ababilayka, Ratu Salma. 2024. Mengembangkan Aspek Motorik Halus Anak
Menggunakan Model Project Based Learning, Metode Demonstrasi Dan Media Kertas Origami Pada Kelompok A Di Tk Tunas Bakti Kec. Alalak. Skripsi Program S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing Prof. Drs. Ahmad Suriansyah, M. Pd., Ph. D.
Kata Kunci: Motorik Halus, Model Project Based Learning, Metode Demonstrasi, Media Kertas Origami
Permasalahan dalam penelitian ini adalah hasil perkembangan motorik halus anak pada kelompok A dalam mengkoordinasikan mata dan tangan untuk melakukan gerakan yang rumit masih belum berkembang dengan baik. Anak belum bisa melaksanakan banyak gerakan dengan baik. Seperti masih belum mampu fokus terhadap banyak perintah yang diberikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas anak dan menganalisis hasil pengembangan kemampuan anak motorik halus melalui model Project Based Learning, Metode Demonstrasi, dan Media Kertas Origami.
Pendekatan penelitian ini menggunakan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas, dilaksanakan dalam empat kali pertemuan, setting penelitian pada anak kelompok A TK Tunas Bakti Kec. Alalak yang berjumlah 10 orang anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara serta penilaian aspek perkembangan motorik halus. Analisis data penelitian ini menerapkan teknik deskriptif analisis serta cross tabulasi dijabarkan dengan tabel, grafik dan interpretasi melalui presentase. Indikator keberhasilan aktivitas guru dikatakan berhasil apabila mencapai kategori “Sangat Baik”, aktivitas anak mencapai kategori “Sangat Aktif”, dan hasil perkembangan kemampuan motorik anak mencapai kategori “ Berkembang Sangat Baik (BSB)”.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada setiap pertemuan mengalami peningkatan. Aktivitas guru pertemuan pada pertemuan IV memperoleh skor 28 dengan kriteria sangat baik. Aktivitas anak pada pertemuan IV memperoleh persentase 100% kriteria sangat aktif. Dan hasil perkembangan motorik halus pada pertemuan IV mencapai 100% anak yang berhasil dengan mendapatkan kriteria berkembang sangat baik (BSB).
Dari penelitian tersebut dapat di simpulkan bahwa melalui kombinasi model project based learning dan metode demonstrasi dengan media kertas origami meningkatkan aktivitas guru, aktivitas anak dan meningkatkan hasil perkembangan motorik halus dengan baik. Disarankan kepada kepala sekolah, guru, dan peneliti selanjutnya untuk menggunakan kombinasi model dan metode tersebut untuk menunjang hasil pembelajaran yang berkualitas.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI