DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PREVALENSI, INTENSITAS PARASIT Gnathostoma sp. DAN STATUS KESEHATAN BELUT (Fluta alba) YANG DILALULINTASKAN MELALUI BALAI KIPM BANJARMASIN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN | |
| PENGARANG | : | NUR HIDAYAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-07-28 |
NUR HIDAYAH. 2024. Prevalensi, Intensitas Parasit Gnathostoma sp. dan Status Kesehatan Belut (Fluta alba) yang Dilalulintaskan Melalui Balai KIPM Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan. Pembimbing. Dr. Ir. Fatmawati, M.Si, dan Dr. Siti Aisiah, S.Pi, MP
Populasi ikan belut sering kali terancam oleh berbagai masalah kesehatan, salah satunya adalah infeksi parasit Gnathostoma sp. Parasit ini dapat menyebabkan penyakit Gnathostomiasis pada ikan belut, yang dapat mengganggu kesehatan ikan, pertumbuhan, reproduksi, dan bahkan menyebabkan kematian. Penelitian bertujuan untuk menggambarkan kondisi data lalulintas pengeluaran belut Kalimantan Selatan Tahun 2018 – 2023 melalui Balai KIPM Banjarmasin. Menganalisis tingkat prevalensi dan intensitas parasit Gnathostoma sp. pada belut yang di lalulintaskan melalui Balai KIPM Banjarmasin. Menganalisis status kesehatan belut yang dilalulintaskan melalui Balai KIPM Banjarmasin secara histologis dan hematologis.
Tempat penelitian di Laboratorium Penguji Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Banjarmasin. Laboratorium BPBAT Mandiangin untuk menganalisis histologis ikan belut, Laboratorium Hama dan Penyakit Ikan Fakultas Perikanan Universitas Lambung Mangkurat, dan Laboratorium Balai Veteriner Banjarbaru untuk menganalisis hematologis ikan belut. Ikan belut yang dianalisis berasal dari Kabupaten Hulu Sugai Utara dan Kabupaten Banjar. Pengujian sampel dilakukan 1 (satu) kali dalam 1 (satu) minggu selama 2 bulan. Sampel diambil setiap hari Rabu sesuai dengan jadwal kegiatan ekspor dari Unit Usaha Pembudidaya Ikan (UUPI). Jumlah sampel yang diambil adalah sebanyak 5 (lima) ekor. Parameter yang diamati adalah panjang dan berat sampel, jumlah parasit target yang ditemukan serta organ ditemukannya parasit. Pengujian hematologis dilakukan sebanyak 2 (dua) periode yaitu pada bulan Maret dan April. Histologis dilakukan sebanyak 1 (satu) kali untuk belut yang tidak terinfeksi Gnathostoma sp. dan 1 (satu) kali pada belut yang terinfeksi Gnathostoma sp. Total sampel yang diperiksa selama 2 (dua) bulan adalah 40 ekor.
Hasil analisis Prevalensi, Intensitas Parasit Gnathostoma sp. dan Status Kesehatan Belut (Fluta alba) yang Dilalulintaskan Melalui Balai KIPM Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan dapat disimpulkan bahwa gambaran kondisi data lalulintas pengeluaran belut Kalimantan Selatan melalui Balai KIPM Banjarmasin tujuan domestik mengalami peningkatan volume lalu lintas pada tahun 2018 hingga 2021, dan peningkatan volume lalu lintas tujuan ekspor terjadi pada tahun 2023. Tingkat prevalensi ikan belut yang terkonfirmasi infeksi parasit Gnathostoma sp. sebesar 57.50% (Tingkat serangan sangat sering) dan Intensitas parasit Gnathostoma sp. ikan belut sebesar 2.74 ekor (Rendah/Ringan). Organ ikan belut yang terinfeksi parasit Gnathostoma sp. yaitu organ hati dan daging. Hasil analisis status kesehatan belut secara histologis dan hematologis menunjukkan bahwa belut yang positif Gnathostoma sp. nilai rata – rata hematologisnya relatif lebih rendah. Histologis organ hati ikan belut yang terinfeksi parasit Gnathostoma sp. mengungkapkan perubahan yang signifikan, termasuk nekrosis difus hepatosit, dan infiltrasi leukosit, pada organ daging menandakan adanya PMA (Pigmented Macrofag Aggregates) dan granuloma. Diagnosa menegaskan bahwa kondisi patologis hati dan daging disebabkan oleh infeksi Gnathostoma sp.
Katakunci: Prevalensi, Intensitas, Gnathostoma sp, Belut, Hematologis, Histologis
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI