DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS DETERMINAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSUD BRIGJEND H. HASAN BASRY MENGGUNAKAN REGRESI LOGISTIK BINER
PENGARANG:AHMAD RASYID RIDHA-1083
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-07-29


Secara statistik, angka kesakitan (morbiditas) dan kematian (mortalitas) pada bayi baru lahir di negara berkembang cenderung tinggi dengan penyebab utama adalah berkaitan dengan BBLR. Jumlah Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) di Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2019 sebanyak 3.892 kasus dari 35.890 angka kelahiran bayi di Indonesia. Hulu Sungai Selatan merupakan kabupaten dengan jumlah BBLR tertinggi di Provinsi Kalimantan Selatan sebanyak 312 kasus yaitu 8,3%. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pola distribusi dan faktor-faktor yang memengaruhi BBLR. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data sekunder bayi lahir yang diambil di RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan tahun 2020 - 2022. Populasi penelitian adalah data angka kelahiran bayi dengan perhitungan sampel yang akan diambil sebanyak 53 bayi. Analisis yang digunakan yaitu metode regresi logistik biner dengan varian status respon Berat Bayi Lahir yang dibatasi antara normal dan rendah. Dari hasil penelitian dengan pengujian hipotesis yang dilakukan, di antara faktor usia ibu saat melahirkan, status pekerjaan ibu, paritas, riwayat penyakit, dan jarak kehamilan yang paling berpengaruh adalah faktor usia ibu saat melahirkan () dengan memiliki pengaruh sebesar 1,608 kali lebih besar. Oleh karena itu, usia ibu saat melahirkan yang disarankan adalah usia di atas 20 tahun dan di bawah 35 tahun agar tidak menimbulkan resiko bayi lahir dengan berat badan yang kurang.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI