DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN KARAKTER WASAKA MENGGUNAKAN MODEL BERANI PADA MUATAN IPA KELAS 5 SDN TATAH BELAYUNG BARU
PENGARANG:FARRAS NUR RANIA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-07-29


Permasalahan yang terdapat pada penelitian ini adalah siswa pasif dalam proses pembelajaran, siswa kurang dalam karakter disiplin dan kerja keras, dan belum memiliki keterampilan proses sains dalam pembelajaran IPA Siswa Kelas V SDN Tatah Belayung Baru. Hal ini disebabkan karena proses pembeajaran yang kurang mampu melibatkan keaktifan siswa. Salah satu upaya meningkatkan aktivitas siswa yaitu melalui model pembelajaran BERANI (proBlem basEd leaRning and tAke aNd gIve). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan proses sains, meningkatkan karakter disiplin dan kerja keras, pelaksanaan aktivitas guru, peningkatan aktivitas siswa dan peningkatan hasil belajar.

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tindakan kelas dilakukan dalam 4 kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Tatah Belayung Baru tahun 2023/2024, dengan jumlah siswa 28 orang. Aktivitas guru dan siswa diperoleh dari lembar observasi. Keterampilan proses sains dan karakter diperoleh dari lembar observasi. Hasil belajar siswa didapat dari tes tertulis yang dikerjakan secara individu. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik deskripsi, tabel dan grafik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru meningkat dari skor 16 dengan kriteria “Cukup Baik” menjadi 29 “Sangat baik”. Aktivitas siswa meningkat dari 39% dengan kriteria “Kurang Aktif” menjadi 93% dengan kriteria “Sangat Aktif”. Keterampilan proses sains meningkat dari 29% dengan kriteria “Kurang Terampil” menjadi 100% dengan kriteria “Sangat Terampil”. Hasil belajar kognitif meningkat dari 7% menjadi 100% “Tuntas”. Hasil belajar afektif (karakte disiplin dan kerja keras) meningkat dari 25% dengan kriteria “Belum Terlihat” menjadi 100% dengan kriteria “Membudaya”. Hasil belajar psikomotorik meningkat dari 29% dengan kriteria “Kurang Baik” menjadi 100% dengan kriteria “Sangat Baik”.

Berdasarkan hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa dengan menggunakan model BERANI maka aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan proses sains, karakter disiplin dan kerja keras dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Sehingga model tersebut direkomendasikan untuk meningkatkan keterampilan proses sains, meningkatkan karakter disiplin dan kerja keras, pelasanaan aktivitas guru, peningkatan aktivitas siswa dan peningkatan hasil belajar.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI