DIGITAL LIBRARY



JUDUL:KRITIK SOSIAL DALAM NASKAH FILM JEMBATAN PENSIL DAN IMPLIKASINYA PADA PROFIL PELAJAR PANCASILA DIMENSI KETIGA BERGOTONG-ROYONG
PENGARANG:PUTERI NORHAYATI SULISTYARINI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-07-29


ABSTRAK

 

Sulistyarini, Puteri Norhayati. (2024). Kritik Sosial pada Naskah Film Jembatan Pensil dan Implikasinya pada Profil Pelajar Pancasila Dimensi Ketiga Bergotong-royong. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin. Pembimbing I: Dr. Dwi Wahyu Candra Dewi, M.Pd. Pembimbing II: Lita Lutfhiyanti, M.Pd.

Kata Kunci: kritik sosial, film, profil pelajar pancasila.

Kritikus masyarakat sosial telah menghadirkan beberapa karya sastra, karya sastra tersebut diharapkan mampu memberikan kesadaran dan mampu menjaga kesenjangan sosial yang ada di masyarakat, banyak permasalahan sosial telah terjadi di antara manusia. Permasalahan dalam kehidupan selalu menjadi masalah utama yang dihadapi, dan kritik sosial merupakan hal yang dapat diamati. Film merupakan karya sastra yang memiliki fungsi sebagai media edukasi, persuasi, hiburan, dan informasi. Film menjadi salah satu sarana untuk menyampaikan pesan yang digambarkan dalam alur cerita berupa adegan-adegan pada sebuah narasi. Kurikulum yang tengah dilaksanakan berbagai tingkatan sekolah saat ini populer disebut dengan Kurikulum Merdeka. Kurikulum merdeka yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan bertujuan untuk membangun nilai-nilai pendidikan karakter peserta didik sesuai dengan pedoman pemerintah, yakni Profil Pelajar Pancasila. 

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan film Jembatan Pensil sebagai sumber data. Melalui film tersebut, kutipan dialog dan gambar adegan yang memuat kritik sosial dan implikasi pada profil pelajar Pancasila dimensi ketiga bergotong royong diolah menjadi data penelitian.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Jembatan Pensil yang di sutradarai oleh Hasto Broto ini memuat lima bentuk kritik sosial di dalamnya yakni: 1) kritik sosial ekonomi, 2) kritik sosial pendidikan, 3) kritik sosial moral, 4) kritik sosial politik, 5) kritik sosial disorganisasi keluarga. Hasil penelitian juga menunjukkan implikasi pada profil pelajar pancasila dimensi ketiga bergotong royong terdapat empat data yang sesuai.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI