DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA MATERI SIKLUS AIR MENGGUNAKAN MODEL BAIMAN SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR
PENGARANG:MUHAMMAD MUHAZIR
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-07-29


Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas, keterampilan berpikir kritis, dan hasil belajar IPA pada siswa kelas 5 SDN Mantuil 4. Penyebab dari rendahnya aktivitas siswa di kelas karena pembelajaran yang dilaksanakan masih berpusat pada gurusehingga siswa kurang aktif dalam pembelajaran. Pembelajaran yang kurang mendorong siswa memecahkan masalah  sehingga keterampilan berpikir kritis rendah. Siswa hanya terpaku pada hafalan dan pembelajaran kurang menarik, tidak menggunakan model pembelajaran yang dapat meningkatkan partisipasi siswa sehingga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis siswa dan hasil belajar siswa.

Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 5 SDN Mantuil 4, yang berjumlah 19 orang siswa, pada semester II tahun ajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunakan data kualitatif dan kuantitatif. Datadihasilkan dari lembar observasi dan tes hasil belajar, kemudian dianalisis denganteknik deskriptif dan digambarkan dalam bentuk tabel dan grafik. Selanjutnyadiinterpretasikandenganmenggunakankriteriapadamasing-masingindikatorkeberhasilan aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis siswa serta tercapainya ketuntasan belajar siswasecaraindividual dan klasikal.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan 1 memperoleh skor 20 meningkat pada pertemuan 4 dengan skor 31. Aktivitas siswa pada pertemuan 1 mencapai 47.37% meningkat pada pertemuan 4 menjadi 94.74%. Keterampilan berpikir kritis siswa pertemuan 1 mencapai 53% meningkat pada pertemuan 4 menjadi 100%. Hasil belajar pada aspek kognitif pada pertemuan 1 mencapai 32% meningkat pada pertemuan 4 mencapai 95%, pada aspek psikomotorik pada pertemuan 1 mencapai 21% meningkat pada pertemuan4 mencapai 95%, pada aspek afektif pada pertemuan 1 mencapai 37%meningkat pada pertemuan 4 mencapai 95%.

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran BAIMAN dapat terlaksana dan siswa dapat mengikuti sesuai dengan proses pembelajaran sehingga meningkatkan aktivitas, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar IPA siswa. Adapun saran bagi guru, kepala sekolah, dan peneliti lain adalah agar meningkatkan mutu pendidikan, dan kualitas pembelajaran di sekolah dan dapat dijadikan sebagai referensi dalam menggunakan model pembelajaran.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI