DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Pengembangan Profesionalisme Guru di Kabupaten Hulu Sungai Utara (Studi Kasus di SDN Rantau Karau Tengah dan SDN Rantau Karau Hilir )
PENGARANG:MUHAMMAD FIKRI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-07-29


Pengembangan Profesionalisme Guru di Kabupaten Hulu Sungai Utara

(Studi Kasus di SDN Rantau Karau Tengah dan SDN Rantau Karau Hilir)

Muhammad Fikri

Abstrak

Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan untuk menyiapkan sumber daya manusia agar mampu berpartisipasi secara aktif di tengah-tengah masyarakat. Pendidikan yang baik diharapkan melahirkan generasi unggul yang dapat meneruskan pembangunan dan kemajuan sebuah bangsa. Pendidikan yang berkualitas antara lain ditentukan oleh keberadaan guru yang berkualitas, yaitu guru yang dapat melaksanakan tunggungjawabnya secara profesional. Guru profesional setidaknya memiliki empat kompetensi, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Pengembangan profesionalisme guru adalah upaya berkelanjutan yang dilakukan untuk menjamin mutu pendidikan dan pembelajaran di sekolah. Pengembangan profesionalisme guru berlangsung pada tiga level, yaitu personal, institusi, dan pemerintah. Pelaksanaaan pengembangan profesionalisme guru masih bermasalah di beberapa daerah, terutama kalau memperhatikan mutu pendidikan yang rendah. Hasil studi komparatif internasional seperti TIMSS dan PISA menempatkan Indonesia pada posisi yang rendah. 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengembangan profesionalisme guru di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Penelitian ini menggunakan strategi studi kasus, dengan mengambil kasus di SDN Rantau Karau Tengah dan SDN Rantau Karau Hilir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, baik di SDN Rantau Karau Tengah maupun SDN Rantau Karau Hilir, sebagian besar guru telah memiliki ijazah pendidikan sarjana, yaitu syarat minimal sebagai guru, dan sebagian besar guru telah memiliki sertifikat sebagai guru profesional. Pengembangan profesionalisme guru di Kabupaten Hulu Sungai Utara terjadi pada semua level, yaitu level personal, institusi, dan pemerintah. Dalam hal keikutsertaan dalam program pengembangan profesional guru, kedua SDN berbeda cukup mencolok. Guru-guru di SDN Rantau Karau Hilir umumnya pernah mengikuti pelatihan yang dilaksanakan oleh pemerintah, sementara guru-guru di SDN Rantau Karau Tengah kurang dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Guru-guru di SDN Rantau Karau Tengah selalu terlibat dalam kegiatan ilmiah, seperti seminar dan sejenisnya, rajin mengikuti lomba guru berprestasi, dan merasa bahwa Pemerintah Kabupaten memberikan bantuan terhadap peningkatan profesionalisme mereka. Sementara guru-guru di SDN Rantau Karau Tengah tidak selalu terlibat dalam kegiatan ilmiah, jarang mengikuti lomba guru berprestasi, dan merasa bahwa Pemerintah Kabupaten tidak memberikan kontribusi terhadap peningkatan profesionalisme mereka. 

Kata kunci: pengembangan profesionalisme guru, sekolah dasar, level personal, institusi, peran pemerintah. 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI