DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Meningkatkan Aktivitas, Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran IPAS Menggunakan Model PEANUT Siswa Kelas 5 SD Muhammadiyah 5 | |
| PENGARANG | : | HAIRUNNAZAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-07-29 |
Hairunnazah, (2024). Meningkatkan Aktivitas, Keterampilan Berpikir Kritis danHasilBelajarSiswaPadaPembelajaranIPASMenggunakanModel PEANUTSiswaKelas5SDMuhammadiyah5.SkripsiProgramS1PendidikanGuruSekolahDasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung MangkuratBanjarmasin.Pembimbing:Prof.Dr. Hj.Aslamiah,M.Pd.,Ph.D.
KataKunci:Aktivitas,BerpikirKritis,HasilBelajar,ModelPEANUT
Permasalahanpadapenelitianiniadalahrendahnyaaktivitas,keterampilanberpikirkritisdanhasilbelajarsiswapadapembelajaranIPAS.Halinidisebabkanolehpembelajaranyangmasih bersifatsatuarah, kurangnyakeaktifansiswa saatprosespembelajaran,rendahnyakemampuanberfikirkritissiswadanbelummenggunakanmodeldan media pembelajaran bervariasi, serta pembelajaran monoton. Salah satu upaya yangdilakukanuntukmengatasihaltersebutdenganmenggunakanmodelPEANUTyangterdiridari model Problem Based Learning, Number Head Together dan Talking Stick. TujuanPenelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis peningkatanaktivitassiswa, keterampilanberpikir kritis, sertahasilbelajarsiswa.
Penelitianinimenggunakanpendekatankualitatif,jenisPenelitianTindakanKelas(PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus dengan masing-masing siklus 2 pertemuan.Setting penelitian ini adalah siswa kelas 5 SD Muhammadiyah 5 yang berjumlah 13 orangsiswa terdiri dari 6 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan, pada semester II tahun ajaran2023/2024. Jenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif. Datakualitatif dari observasi aktivitas guru, aktivitas siswa dan keterampilan berpikir kritissiswa. Data kuantitatif diperoleh dari hasil belajar melalui pengukuran tes tertulis berupalembar kerja dan lembar evaluasi secara individu dan kelompok. Indikator keberhasilanpenelitiandengan ketuntasan belajaryaitu≥82%siswamencapai≥75.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru pada siklus 1 pertemuan 1terlaksana dengan kriteria “Baik”, aktivitas guru siklus 1 pertemuan 2 sampai siklus 2pertemuan 2 terlaksana dengan keriteria “Sangat Baik”.Aktivitas siswa pada siklus 1pertemuan 1 sampai siklus 2 pertemuan 2 menigkat dari presentase 31% menjadi 100%dengankriteria“HampirSeluruhnyaSangatAktif”.Kemudian,keterampilanberpikirkritissiswa pada siklus 1 pertemuan 1 sampai siklus 2 pertemuan 2 meningkat dari presentase31% menjadi 92% dan memperoleh kriteria “Hampir Seluruhnya Terampil”. Hasil belajarsiswadarisiklus1pertemuan1sampaisiklus2pertemuan2padaaspekkognitifmeningkatdari38% menjadi92%tuntas secara klasikal.
BerdasarkantemuaninidapatdisimpulkanbahwapenggunaanmodelPEANUTdapatmeningkatkanaktivitassiswa,keterampilanberpikirkritis,sertahasilbelajarsiswa.Adapun saran bagi guru, kepala sekolah dan peneliti lain kiranya penelitian ini dapatdijadikan sebagai salah satu alternatif dalam memilih penggunaan model pembelajaranuntukmeningkatkanaktivitas siswa,keterampilanberpikirkritis,danhasilbelajarsiswa.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI