DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN KARAKTER WASAKA MUATAN IPA SISWA KELAS V SDN KELAYAN TIMUR 11 MENGGUNAKAN MODEL PORTUNER TERINTEGRASI STEM
PENGARANG:KHAIRUN NAZWA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-07-30


 

Permasalahan yang terdapat pada penelitian ini adalah siswa pasif dalam proses pembelajaran, siswa kurang dalam karakter disiplin dan tanggung jawab, dan belum memiliki keterampilan proses sains dalam  pembelajaran IPA Siswa Kelas V SDN Kelayan Timur 11. Hal ini disebabkan karena proses pembelajaran yang kurang mampu melibatkan keaktifan siswa. Salah satu upaya meningkatkan aktivitas siswa yaitu melalui model pembelajara PORTUNER. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan proses sains, meningkatkan karakter disiplin dan tanggung jawab, pelaksanaan aktivitas guru, peningkatan aktivitas siswa dan peningkatan hasil belajar.

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tindakan Kelas dilakukan dalam 4 kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Kelayan Timur 11 tahun 2023/2024, dengan jumlah siswa 15 orang. Aktivitas guru dan siswa diperoleh dari lembar observasi. Keterampilan proses sains dan karakter diperoleh dari lembar observasi. Hasil belajar siswa didapat dari tes tertulis yang dikerjakan secara individu. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik deskripsi, table dan grafik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru meningkat dari skor 39 dengan kriteria “Baik” menjadi skor 51 dengan kriteria “Sangat Baik”. Aktivitas siswa meningkat dari 33% dengan kriteria “Kurang Aktif” menjadi 93% dengan kriteria “Sangat Aktif”. Keterampilan proses sains meningkat dari 53%  dengan kriteria ”Terampil” menjadi 93% dengan kriteria “Sangat Terampil”. Hasil belajar kognitif meningkat dari 40% menjadi 100% “Tuntas”. Hail belajar afektif (karakter disiplin dan tanggung jawab) meningkat dari 13% dengan kriteria “Belum Terlihat” menjadi 93% dengan kriteria “Membudaya”. Hasil belajar pisikomotorik meningkat dari 13% dengan kriteria “Kurang Baik” menjadi 87% dengan kriteria “Sangat Baik”.

Berdasarkan hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa dengan menggunakan model PORTUNER terintegrasi STEM maka akivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan proses sains, karakter disiplin dan tanggung jawab dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Sehingga model tersebut direkomendasikan untuk meningkatkan keterampilan proses sains, meningkatkan karakter disiplin dan tanggung jawab, pelaksanaan aktivitas guru, peningkatan aktivitas siswa dan peningkatan hasil belajar.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI