DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MUATAN PPKn TEMA NEGARAKU INDONESIA MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING, TALKING STICK, DAN MIND MAPPING PADA SISWA KELAS IV SD | |
| PENGARANG | : | MAHLIYANI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-07-30 |
Mahliyani. 2024. Meningkatkan Aktivitas dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Muatan PPKn Tema Negaraku Indonesia Menggunakan Model Problem Based Learning, Talking Stick, Mind Mapping Pada Siswa Kelas IV SD. Skripsi Program Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing Dr. Rizky Amelia, M.Pd.
Kata Kunci: Aktivitas, Keterampilan Berpikir Kritis, Hasil Belajar, Problem Based Learning, Talking Stick, dan Mind Mapping, PPKn
Permasalahan siswa dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas siswa yang berdampak pada keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa pada pembelajaran PPKn Tema 4 yang disebabkan karena kurangnya pemahaman serta keaktifan siswa dalamp roses pembelajaran, dan kurangnya penerapan model pembelajaran yang bervariasi. Oleh karena itu salah satu upaya meningkatkan aktivitas, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar yaitu melalui model pembelajaran STAR yang merupakan kombinasi dari model PBL, Talking Stick, dan Mind Mapping. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peningkatan aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis siswa dan untuk meningkatkanh asil belajar siswa.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dengan 4 kali pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD Islam Siti Khadijah Tahun Pelajaran 2023/2024, jumlah siswa sebanyak 23 orang dengan 11 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Data dihasilkan dari lembar instrumen, lembar observasi dan tes hasil belajar, kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif dan digambarkan dalam bentuk tabel dan diagram. Selanjutnya diinterpretasikan dengan menggunakan kriteria pada masing-masing indikator keberhasilan, serta tercapainya ketuntasan belajar siswa secara individual dan klasikal.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas guru pertemuan 1 mendapat kriteria “baik”, pertemuan 2 mendapat kriteria “sangat baik” pertemuan 3 dan 4 juga mendapat kriteria “sangat baik”. Aktivitas siswa pada pertemuan 1 mendapat kriteria “sebagian kecil aktif”, pertemuan 2 mendapat kriteria “sebagian besar aktif”, pertemuan 3 mendapat kriteria “hampir seluruhnya aktif” dan “seluruhnya aktif” pada pertemuan 4. Keterampilan berpikir kritis siswa pada pertemuan 1 memperoleh kriteria “sebagian kecil terampil”, pertemuan 2 memperoleh kriteria “sebagian sesar terampil”, pertemuan 3 dan 4 memperoleh kriteria “hampir seluruhnya terampil” Ketuntasan klasikal hasil belajar kognitif siswa pada pertemuan 1 mencapai 13%, pertemuan 2 mencapai 52%, pertemuan 3 mencapai 78% dan pertemuan 4 mencapai 100%.
Berdasarkan hasil temuan ini dapat disimpulkan bahwa kombinasi model STAR dapat meningkatkan aktivitas, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Disarankan agar guru dapat mengembangkan pembelajaran yang inovatif seperti model pembelajaran pada penelitian ini sehingga dapat meningkatkan aktivitas, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI