DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENGEMBANGKAN AKTIVITAS, KEMANDIRIAN DAN ASPEK MOTORIK HALUS MENGGUNAKAN MODEL PINTAR PADA ANAK KELOMPOK A PAUD TERPADU NEGERI PEMBINA BANJARMASIN TIMUR
PENGARANG:ZULFA FARDHINAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-07-30


ABSTRAK

Fardhinah, Zulfa. 2024. Mengembangkan Aktivitas, Kemandirian dan Aspek Motorik Halus Menggunakan Model PINTAR Pada Anak Kelompok A PAUD Terpadu Negeri Pembina Banjarmasin Timur. Skripsi Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing:Celia Cinantya., S.Kom, M.Pd. Kata Kunci: Aktivitas Anak, Kemandirian, Aspek Motorik Halus, Model PINTAR Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas anak dalam proses kegiatan pembelajaran, rendahnya kemandirian anak dalam kegiatan pembelajaran, dan rendahnya kemampuan aspek motorik halus dalam mengendalikan otot dan jari-jari seperti melipat kertas pada anak kelompok A yang berdampak pada perkembangan motorik halus anak untuk kedepannya seperti anak kesulitan dalam memegang benda-benda yang kecil, memegang gunting, menulis dan sebagainya. Melalui Model PINTAR merupakan salah satu solusi terbaik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis peningkatan aktivitas anak, kemandirian anak, dan perkembangan motorik halus anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan dengan tiga kali pertemuan. Subjek dalam penelitian ini adalah Kelompok A PAUD Terpadu Negeri Pembina Banjarmasin Timur pada tahun ajaran 2023/2024, jumlah anak sebanyak 15 orang. Aktivitas guru, aktivitas anak, kemandirian dan motorik halus menggunakan Model PINTAR diperoleh melalui teknik pengumpulan data lembar observasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik deskriptif analisis dijabarkan dengan tabel, grafik, dan interpretasi dengan persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan I mendapat skor 22, pertemuan II mendapat skor 29, dan pertemuan III mendapat skor 32. Aktivitas anak pada pertemuan I memperoleh presentase 47%, pertemuan II memperoleh presentase 67%, dan pertemuan III memperoleh presentase 100%. Kemandirian anak pada pertemuan I memperoleh presentase 46%, pertemuan II memperoleh presentase 80%, dan pertemuan III memperoleh presentase 100%. Hasil perkembangan motorik halus pada pertemuan I memperoleh presentase 40%, pertemuan II memperoleh presentase 73%, dan pertemuan III memperoleh presentase 100%. Berdasarkan temuan ini dapat disimpulkan bahwa Model PINTAR dapat meningkatkan hasil belajar anak. Pada aktivitas guru mencapai kriteria sangat baik, aktivitas anak mencapai kriteria seluruh anak aktif, kemandirian anak mencapai kategori seluruh anak mandiri serta perkembangan motorik halus anak mencapai kategori berkembang sesuai harapan. Diharapkan bagi guru,kepala sekolah dan peneliti selanjutnya dapat menjadi salah satu alternatif saat memilih model pembelajaran secara keseluruhan

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI