DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENGEMBANGKAN MOTORIK HALUS MENGGUNAKAN MODEL PROJECT BASED LEARNING, DIRECT INSTRUCTION DAN MEDIA PUZZLE PADA ANAK KELOMPOK B TK ISLAM KHADIJAH PLUS | |
| PENGARANG | : | MUTIA DATIN NUR ASYIFA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-07-30 |
Asyifa, Mutia Datin Nur. 2024. Mengembangkan Motorik Halus Menggunakan Model Project Based Learning, Direct Instruction Dan Media Puzzle Pada Anak Kelompok B Tk Islam Khadijah Plus. Skripsi Program S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing Prof. Drs. Ahmad Suriansyah, M.Pd., Ph. D
Kata Kunci: Motorik Halus, Project Based Learning, Direct Instruction, Media puzzle.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah hasil perkembangan motorik halus anak pada kelompok B dalam menggunting sesuai pola dan menempel dengan tepat. Hal ini disebabkan kurang nya memberi kesempatan pada anak untuk melakukan kegiatan sendiri dan kurang nya menstimulus gerakan jari yaitu perkembangan dengan melibatkan panca indra dan motoriknya,dampaknya perkembangan motorik halus tidak tercapai secara optimal. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis aktivitas anak, dan perkembangan motorik halus anak dalam menggunting sesuai pola dan menempel dengan tepat.
Pendekatan penelitian ini menggunakan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas, dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan, setting penelitian pada anak kelompok B TK islam Khadijah plus yang berjumlah 19 anak (6 anak laki-laki dan 13 anak perempuan). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara serta penilaian perkembangan motorik halus. Indikator keberhasilan aktivitas guru dikatakan berhasil apabila mencapai kategori “Sangat Baik”, aktivitas mencapai kategori “Hampir Seluruh Anak Aktif dan Seluruh Anak Aktif”, dan hasil perkembangan kemampuan motorik halus mencapai kategori “Berkembang Sangat Baik (BSB)”. Data yang di ambil merupakan data kualitatif diperoleh melalui observasi aktivitas guru, aktivitas anak dan hasil perkembangan, sedangkan data kuantitatif diperoleh dari hasil karya secara individu. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik deskriptif analisis dan cross tabulasi di jabarkan dengan tabel, grafik dan interpretasi dengan presentase.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aktivitas guru pada pertemuan ke-1 mendapat skor 25 dengan kategori “sangat Baik” dan terus meningkat hingga pertemuan ke-4 mendapat skor 28 dengan kategori “Sangat Baik”. (2) Aktivitas anak pada pertemuan ke-1 mendapat persentase 0% kategori “tidak ada Anak Aktif” dan terus meningkat hingga pertemuan ke-4 mendapat persentase 100% kategori “Seluruh Anak Aktif”. (3) Hasil perkembangan motorik halus pada pertemuan ke-1 mendapat persentase 36,9% kategori “Mulai Berkembang” dan terus meningkat hingga pertemuan ke-4 mencapai 100% anak berhasil berkembang dengan kategori “Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB)”.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kombinasi model Project Based Learning, direct Instruction dan Media puzzle dapat mengembangkan aktivitas dan hasil perkembangan motorik halus anak dengan sangat baik dan seluruh anak aktif. Disarankan bagi kepala sekolah, guru dan peneliti selanjutnya dapat menjadi bahan masukan informasi untuk memperbaiki pembelajaran pada anak.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI