DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PENGARUH METODE PEMANGGANGAN TERHADAP ELIMINASI KANDUNGAN LOGAM BERAT KADMIUM (Cd) DAN TIMBAL (Pb) PADA BELUT SAWAH (Monopterus albus Zuieuw) | |
| PENGARANG | : | TAZKIA MAULIDHA AZZAHRA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-07-30 |
Belut mempunyai kemampuan toleransi terhadap lingkungan yang tercemar, sehingga dapat dijadikan bioindikator perairan dengan jenis logam berat tertentu. Danau kedalamannya kurang dari tiga meter, tepi sungai, perairan berlumpur dan dangkal merupakan tempat hidup belut. Media berupa 80% lumpur dan 20% air adalah habitat asli belut. Eliminasi logam berat dengan metode depurasi dan pemasakan telah dilakukan terutama pada belut sawah. Diantara metode pemasakan yang dilakukan, pemanggangan yang paling banyak menurunkan kandungan logam berat. Penelitian sebelumnya mengatakan penurunkan kandungan logam Pb pada ikan disebabkan oleh pemanggangan. Daging ikan yang dipanggang menggunakan microwave mengakibatkan penurunan kadar Pb secara signifikan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui kadar kadmium dan timbal pada bagian tubuh belut sawah dan mengetahui pengaruh lama waktu pemanggangan terhadap kadar kadmium dan timbal dalam belut sawah. Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 percobaan dan 3 ulangan merupakan rancangan dalam penelitian ini. Uji kadar air, kadar protein, kadar lemak, kadar Cd, kadar Pb dan uji organoleptik adalah parameter uji pada penelitian ini. Hasil dari penelitian ini adalah pemanggangan belut sawah terhadap kandungan logam berat kadmium pada perlakuan A (pemanggangan belut sawah selama 15 menit), B (pemanggangan belut sawah selama 30 menit), dan C (pemanggangan belut sawah selama 45 menit) memiliki nilai 0,001 mg/kg yang telah memenuhi syarat SNI 7387-2009, yakni maksimal 0,1 mg/kg. Dan hasil pemanggangan belut sawah terhadap kadar timbal pada perlakuan A (pemanggangan belut sawah selama 15 menit), B (pemanggangan belut sawah selama 30 menit), dan C (pemanggangan belut sawah selama 45 menit) memiliki nilai 0,001 mg/kg yang memenuhi syarat SNI 7387-2009, yakni maksimal 0,3 mg/kg.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI