DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENGEMBANGKAN AKTIVITAS, KEMANDIRIAN DAN KETERAMPILAN MENIRU BENTUK MENGGUNAKAN MODEL PROJECT BASED LEARNING, DIRECT INSTRUCTION DAN MEDIA CLAY PADA KELOMPOK B TK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL 1 BANJARMASIN
PENGARANG:FEBRIANITA LARAS TRINA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-07-30


Trina, Febrianita Laras. 2024. Mengembangkan Aktivitas, Kemandirian dan Keterampilan Meniru Bentuk Menggunakan Model Project Based Learning, Direct Insruction, dan Media Clay Pada Kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Athfal 1 Banjarmasin. Skripsi Program S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing Prof. Drs. Ahmad Suriansyah, M.Pd., Ph.D.

Kata Kunci:     Motorik Halus, Meniru Bentuk, Project Based Learning, Direct Insruction, Media Clay.

 

Permasalahan dalam penelitian ini adalah hasil perkembangan motorik halus anak pada kelompok B dalam keterampilan meniru bentuk. Hal ini disebabkan karena kurangnya kegiatan yang menstimulus keterampilan meniru bentuk, kemandirian anak yang masih rendah, anak kurang aktif dalam pembelajaran karena pembelajaran masih bersifat satu arah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas anak, kemandirian anak, dan menganalisis hasil perkembangan motorik halus anak dalam keterampilan meniru bentuk.

Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas, yang dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan, setting penelitian pada anak kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Athfal 1 Banjarmasin yang berjumlah 11 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, wawancara dan penilaian keterampilan meniru bentuk. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik deskriptif analisis serta cross tabulasi yang dijabarkan dengan tabel, grafik, interpretasi melalui persentase dan sajikan dengan indikator keberhasilan perkembangan yang ditetapkan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aktivitas guru pada pertemuan 1 mendapat skor 20 kategori “Cukup Baik” dan terus meningkat hingga pertemuan ke-4 mendapatkan skor 30 kategori “Sangat Baik”. (2) Aktivitas anak pada pertemuan 1 mendapat persentase 18% kategori “Hampir Tidak Ada Anak Aktif” dan terus meningkat hingga pertemuan 4 mencapai 90% kategori “Hampir Seluruh Anak Aktif”. (3) Kemandirian anak pada pertemuan 1 mendapat persentase 18% kategori “Hampir Tidak Ada Anak Mandiri” dan terus meningkat hingga pertemuan 4 mencapai 90% kategori “Hampir Seluruh Anak Mandiri”. (4) Hasil meniru bentuk pada pertemuan 1 mendapat persentase 18% dan terus meningkat hingga pertemuan 4 mencapai 90% anak berhasil berkembang kategori “Berkembang Sesuai Harapan dan Berkembang Sangat Baik”.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Project Based Learning, Direct Instruction dan media Clay dapat mengembangkan aktivitas guru, aktivitas anak, kemandirian anak dan hasil capaian perkembangan keterampilan meniru bentuk. Disarankan bagi kepala sekolah, guru, dan penelitian berikutnya dapat menjadi bahan informasi untuk memperbaiki pembelajaran pada anak.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI