DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENGEMBANGKAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI MODEL PROJECT BASED LEARNING, METODE DEMONSTRASI DAN MEDIA BAHAN BEKAS PADA ANAK KELOMPOK B TK NUSANTARA BANJARMASIN BARAT
PENGARANG:NUR MALIDA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-07-31


Malida, Nur. 2024. Mengembangkan motorik halus anak melalui model project based learning, metode demonstrasi dan media bahan bekas pada anak kelompok  B  TK  Nusantara  Banjarmasin  Barat.  Skripsi  Program Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing Dr. Novitawati, S.Psi., M.Pd.  

Kata Kunci : Motorik Halus, Project Based Learning, metode Demonstrasi, Media Bahan Bekas  

       Permasalahan dalam penelitian ini adalah dilatar belakangi oleh rendahnya perkembangan  aspek  motorik  halus  anak  dalam  kegiatan  menggunting  dan menempel.  Penyebab  rendahnya  perkembangan  motorik  halus  pada  anak  juga adalah karena pembelajaran sehari-hari anak mewarnai, menulis dan berhitung saja, guru juga jarang menggunakan kegiatan menggunting dan menempel dalam proses pembelajaran.  Solusinya  menggunakan  model  project  based  learning,  metode demonstrasi dan media bahan bekas. Tujuannya untuk mendeskripsikan aktivitas guru,  aktivitas  anak  dan  hasil  perkembangan  motorik  halus  anak  dalam mengembangkan kemampuan anak dengan kegiatan menggunting dan menempel. 

        Pendekatan  penelitian  ini  menggunakan  pendekatan  kualitatif  dengan menggunakan  jenis  Penelitian  Tindakan Kelas  (PTK)  dengan  3  kali  pertemuan. Setting penelitian adalah anak kelompok B TK Nusantara Banjarmasin Barat yang berjumlah  17  orang  anak  (laki-laki  11  orang  dan perempuan  6  orang).  Teknik pengumpulan  data  dengan  observasi.  Indikator  keberhasilan  dikatakan  berhasil apabila mencapai skor 17-20 secara individual dengan kriteria “Sangat Aktif” dan secara klasikal mencapai ≥82% dengan kriteria “Seluruh Anak Aktif” dan hasil perkembangan motorik halus anak mencapai  ≥82% dengan kriteria “Berkembang Sangat Baik (BSB)”. 

        Hasil  penelitian  ini  menunjukkan  bahwa  aktivitas  guru  berada  pada pertemuan 1 kriteria “cukup baik”, pertemuan 2 kriteria “baik”, dan pertemuan 3 kriteria “sangat baik”. Aktivitas anak pertemuan 1 (35%)  kriteria “seluruh anak tidak aktif”, pertemuan 2 (65%) kriteria “sebagian anak aktif”, dan pertemuan 3 (100%)  “seluruh  anak  aktif”.  dan  hasil  perkembangan  motorik  halus  anak pertemuan 1 (30%), pertemuan 2 (70%), dan pertemuan 3 (100%) anak berhasil berkembang  dengan  kriteria  “Berkembang  Sesuai  Harapan”  (BSH)  dan  Berkembang Sangat Baik (BSB). 

        Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa menggunakan  model project  based  learning  dan  metode demonstrasi dengan media bahan bekas telah melaksanakan  sesuai  langkah-langkah  dan  dapat  meningkatkan   aktivitas   guru,  aktivitas  anak  dan  hasil  perkembangan  motorik halus anak dalam menggunting dan  menempel  dengan  tepat  secara  optimal.  Disarankan  untuk  kepala  sekolah diharapkan  dapat    membantu    dalam    pembinaan    guru    untuk    meningkatkan  kualitas pembelajaran  dan  bagi  peneliti  selanjutnya dapat menambah wawasan serta menjadi bahan ajar dan penelitian relevan untuk penelitian selanjutnya.    

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI