DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MUATAN IPA MATERI SIKLUS AIR DENGAN MENGGUNAKAN MODEL BANTU (PROBLEM BASED LEARNING, GROUP INVESTIGATION, DAN COURSE REVIEW HORAY) DI SDN KELAYAN TIMUR 6 BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | NADIA MAHMUDAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-07-31 |
Mahmudah, Nadia (2024) Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa pada
Muatan IPA Materi Siklus Air dengan Menggunakan Model BANTU (Problem
Based Learning, Group Investigation, dan Course Review Horay). Skripsi
Program S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: Amberansyah, S.Pd.,
M.Pd.
Kata Kunci: Aktivitas Belajar, Keterampilan Berpikir Kritis, Hasil Belajar, Model
Problem Based Learning, Model Group Investigation, Model Course Review Horay
Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas, keterampilan
berpikir kritis, dan hasil belajar pada pembelajaran IPA. Permasalahan tersebut
disebabkan; pembelajaran bersifat satu arah, pembelajaran yang monoton dan
membosankan, kurangnya keterlibatan siswa secara aktif dalam proses
pembelajaran, kurangnya kegiatan yang menuntut siswa berpikir kritis, dan
kurangnya kerja sama dan pasir saat berdiskusi. Oleh karena itu dilakukan
perbaikan dengan model BANTU (Problem Based Learning, Group Investigation,
dan Course Review Horay) dalam pembelajaaran. Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan dan menganalisis aktivitas, keterampilan berpikir kritis dan hasil
belajar siswa.
Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan
dalam 4 kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas V SDN
Kelayan Timur 6 Banjarmasin, yang berjumlah 30 peserta didik terdiri dari 8 orang
siswa laki-laki dan 22 orang siswa perempuan pada semester II tahun ajaran
2023/2024. Penelitian ini menggunakan data kualitatif dan kuantitatif. Data
kualitatif diperoleh dari observasi aktivitas guru, aktivitas peserta didik,
keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik. Sedangkan, data
kuantitatif melalui persentase klasikal aktivitas peserta didik, keterampilan berpikir
kritis dan hasil belajar yang diperoleh dari tes secara kelompok dan individu.
Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik deskriptif analisis
ditampilkan dengan tabel, grafik, dan interprestasi dengan presentase.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan 1
memperoleh skor 25, pertemuan 2 memperoleh skor 28, pertemuan 3 memperoleh
skor 31, dan pertemuan 4 memperoleh skor 32. Aktivitas peserta didik pada
pertemuan 1 memperoleh persentase 43%, pertemuan 2 memperoleh persentase
63%, pertemuan 3 memperoleh persentase 87%, dan pertemuan 4 memperoleh
persentase 100%. Adapun keterampilan berpikir kritis pada pertemuan 1
memperoleh persentase 30%, pertemuan 2 memperoleh persentase 57%, pertemuan
3 memperoleh persentase 80%, dan pertemuan 4 memperoleh persentase 100%
Untuk ketuntasan klasikal hasil belajar peserta didik pada pertemuan 1 memperoleh
persentase 43%, pertemuan 2 memperoleh persentase 67%, pertemuan 3
memperoleh persentase 83%, dan pertemuan 4 memperoleh persentase 100%.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan model
BANTU (Problem Based Learning, Group Investigation, dan Course Review
Horay) dapat meningkatkan aktivitas, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar
peserta didik. Adapun saran bagi kepala sekolah, guru, dan peneliti lain adalah
hendaknya agar penelitian dapat dijadikan sebagai referensi dalam menggunakan
model pembelajaran yang dapat meningkatan aktivitas, keterampilan berpikir kritis,
dan hasil belajar peserta didik.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI