DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS, KOLABORASI DAN KOMUNIKASI PADA TEMA 7 PERISTIWA DALAM KEHIDUPAN MENGGUNAKAN MODEL PBL DIBANTU MODEL CEJT SERTA PERMAINAN TRADISIONAL CONGKLAK DENGAN MEDIA QUESTION BOX DI KELAS VB SDN BELITUNG SELATAN 5
PENGARANG:NORMAWATI RAHMAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-07-31


Kondisi nyata menunjukkan masih rendahnya keaktifan peserta didik, rendahnya keterampilan berpikir kritis, kolaborasi dan komunikasi peserta didik dan pembelajaran yang membosankan. Penyebab dari masalah tersebut adalah peserta didik yang kurang dilibatkan aktif, pembelajaran berlangsung satu arah, tidak adanya model yang menarik, serta tidak ada permainan. Solusinya adalah menggunakan Model Problem Based Learning dibantu Model Connecting Organizing Reflecting Extending, Example Non Example, Jigsaw, Talking Stick serta Permainan Tradisional Congklak dengan Media Question Box. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas peserta didik, keterampilan berpikir kritis, kolaborasi dan komunikasi peserta didik kelas VB pada Tema 7 Peristiwa Dalam Kehidupan. 

Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VB Sekolah Dasar Negeri Belitung Selatan 5 yang berjumlah 22 orang. Data yang diambil data kualitatif diperoleh melalui observasi aktivitas pendidik, aktivitas peserta didik, keterampilan berpikir kritis, kolaborasi dan komunikasi peserta didik. Serta data kuantitatif untuk hasil belajar peserta didik yang diperoleh melalui tes. Indikator keberhasilan penelitian dengan ketuntasan belajar yaitu 80% peserta didik mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum nilai ≥70. 

Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan pada pertemuan I hingga pertemuan III dengan perolehan aktivitas pendidik dalam melaksanakan model pembelajaran yakni mendapatkan kriteria “Sangat Baik” di pertemuan I hingga pertemuan III. Aktivitas peserta didik pada pertemuan I “Sebagian Besar Aktif”, meningkat menjadi “Hampir Seluruhnya Aktif” pada pertemuan II dan meningkat lagi menjadi “Seluruhnya Aktif” pada pertemuan III. Keterampilan berpikir kritis peserta didik pada pertemuan I dan II “Sebagian Besar Terampil” dan meningkat menjadi “Hampir Seluruhnya Terampil” pada pertemuan III. Keterampilan kolaborasi peserta didik pada pertemuan I “Sebagian Besar Terampil” dan meningkat menjadi “Hampir Seluruhnya Terampil” pada pertemuan II dan III. Keterampilan komunikasi peserta didik pada pertemuan I dan II “Sebagian Besar Terampil” dan meningkat menjadi “Hampir Seluruhnya Terampil” pada pertemuan III. Sedangkan ketuntasan hasil belajar peserta didik 50% di pertemuan I, meningkat menjadi 82% di pertemuan II dan meningkat lagi menjadi 100% di pertemuan III.

Berdasarkan hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa aktivitas pendidik dalam menggunakan Model Problem Based Learning dibantu Model Connecting Organizing Reflecting Extending, Example Non Example, Jigsaw, Talking Stick serta Permainan Tradisonal Congklak dan Media Question Box dapat terlaksana dengan baik serta aktivitas peserta didik, keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan komunikasi peserta didik mengalami peningkatan.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI