DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENGEMBANGKAN ASPEK MOTORIK HALUS MENGGUNAKAN MODEL PROJECT BASED LEARNING, DIRECT INSTRUCTION, DAN MEDIA KAIN PERCA PADA KELOMPOK B TK AISYIYAH BUSTANUL ATFHAL 1 BANJARMASIN
PENGARANG:KHAIRUNNISA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-07-31


Khairunnisa. 2024. Mengembangkan Aspek Motorik Halus Menggunakan Model Project Based Learning, Direct Instruction, dan Media Kain Perca Pada Kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Atfhal 1 Banjarmasin. Skripsi Program S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing Prof. Drs. Ahmad Suriansyah, M.Pd., Ph.D.

 

Kata Kunci: Aspek Motorik Halus, Project Based Learning, Direct Instruction, Media Kain Perca.

 

Permasalahan dalam penelitian ini yaitu rendahnya kemampuan aspek motorik halus dalam kegiatan menggambar pola dengan rinci, menggunting sesuai pola, dan menempel. Hal ini disebabkan stimulasi kurang optimal dan proses pembelajaran kurang menarik. Dampaknya berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari anak dalam menggunakan jari-jarinya yang akan terhambat dan pembelajaran tidak menyenangkan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan aktivitas guru, mendeskripsikan aktivitas anak, dan menganalisis hasil perkembangan motorik halus anak.

Pendekatan penelitian ini menggunakan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas, dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan, setting penelitian pada anak kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Atfhal 1 Banjarmasin yang berjumlah 11 anak (5 anak laki-laki dan 6 anak perempuan). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi. Jenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif. Analisis data dilakukan dengan teknik desktiptif kualitatif serta cross tabulasi yang dijabarkan dengan tabel, grafik, interpretasi melalui persentase dan disajikan dengan indikator keberhasilan perkembangan yang telah ditetapkan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Aktivitas guru pada pertemuan 1 dengan skor 23 kriteria “Baik”. Pertemuan 2 dengan skor 25 kriteria “Baik”, pertemuan 3 dengan skor 28 kriteria “Sangat Baik”, dan pertemuan 4 dengan skor 30 kriteria “Sangat Baik”. (2) Aktivitas Anak pertemuan 1 memperoleh skor 27% kriteria “Kurang Aktif”, pertemuan 2 memperoleh skor 64% kriteria “Aktif”, pertemuan 3 memperoleh skor 100% kriteria “Sangat Aktif”, dan pertemuan 4 memperoleh skor 100% kriteria “Sangat Aktif”. (3) Hasil Perkembangan aspek motorik halus pertemuan 1 memperoleh skor 27% dan terus meningkat hingga pertemuan ke-4 mencapai 100% anak berhasil berkembang dengan kategori “Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB)”.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa model Project Based Learning, Direct Instruction, dan media kain perca dapat mengembangkan aktivitas, dan hasil perkembangan motorik halus anak khususnya dalam kegiatan menggambar dengan rinci, menggunting sesuai pola, dan menempel. Disarankan bagi kepala sekolah, guru dan peneliti selanjutnya dapat menjadi bahan acuan dalam pengembangan hasil perkembangan motorik halus anak dalam menggambar dengan rinci, menggunting, sesuai pola, dan menempel.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI