DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS, BERKOMUNIKASI, DAN HASIL BELAJAR SISWA MUATAN PPKN MENGGUNAKAN MODEL BE SMART PADA KELAS VA SDN TELAWANG 3 BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | ERIKA FITRIANA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-07-31 |
ABSTRAK
Fitriana, Erika. 2024. Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Berkomunikasi
Dan Hasil Belajar Siswa Muatan PPKn Menggunakan Model BE SMART
Pada Kelas VA SDN Telawang 3 Banjarmasin. Skripsi Program S1
Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing: Ari Hidayat,
M.Pd.
Kata Kunci: Berkomunikasi, Keterampilan Berpikir Kritis, Hasil Belajar,
Model BE SMART.
Permasalahan penelitian adalah rendahnya keterampilan berpikir kritis,
berkomunikasi dan hasil belajar siswa. Hal ini disebabkan karena proses
pembelajaran terjadi secara satu arah, keterlibatan siswa dalam proses
pembelajaran yang belum optimal, kurang terampil dalam berpikir kritis serta
hasil belajar yang rendah. Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah
dengan menerapkan model BE SMART dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan
berpikir kritis, berkomunikasi dan hasil belajar siswa.
Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang
dilaksanakan yang dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan pada kelas VA SDN
Telawang 3 Banjarmasin dengan jumlah siswa sebanyak 22 orang. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang diambil merupakan data kualitatif
diperoleh melalui observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir
kritis dan keterampilan berkomunikasi kemudian menggunakan data kuantitatif
untuk hasil belajar siswa yang diperoleh melalui tes tertulis secara kelompok dan
individu. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis yang
dijabarkan dengan tabel, gambar dan interpretasi dengan persentase.
Hasil penelitian menggunakan model BE SMART menunjukkan bahwa
aktivitas guru meningkat dari skor 25 (Baik) pada pertemuan 1 menjadi skor 32
(Sangat Baik) pada pertemuan 4, aktivitas siswa meningkat dari skor presentase
klasikal 45% (Cukup Aktif) pada pertemuan 1 menjadi skor presentase klasikal
91% (Sangat Aktif) pada pertemuan 4, serta keterampilan berpikir kritis dari skor
presentase klasikal 41% (Cukup Terampil) pada pertemuan 1 menjadi skor
presentase klasikal 91% (Sangat Terampil) pada pertemuan 4. Sedangkan
keterampilan berkomunikasi dari skor presentase klasikal 41% (Cukup Terampil)
pada pertemuan 1 menjadi skor presentase klasikal 91% (Sangat Terampil) pada
pertemuan 4 dan hasil belajar kognitif meningkat dari 45% menjadi 100%.
Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat diambil kesimpulan bahwa
penggunaan model BE SMART dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas
siswa, keterampilan berpikir kritis, berkomunikasi dan hasil belajar siswa. Adapun
saran bagi kepala sekolah, guru, siswa dan peneliti lain adalah agar penelitian ini
dapat dijadikan sebagai referensi dalam menggunakan model pembelajaran yang
dapat meningkatkan meningkatkan kualitas aktivitas guru, aktivitas siswa,
keterampilan berpikir kritis, berkomunikasi dan hasil belajar siswa.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI