DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENINGKATKAN AKTIVITAS, BERPIKIR KRITIS, DAN KOLABORASI MATERI KEKAYAAN BUDAYA INDONESIA MENGGUNAKAN MODEL PATIN PADA SISWA KELAS IV SDN ALALAK TENGAH 4 BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | DEWI RANA MAGHFIRAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-07-31 |
ABSTRAK
Maghfirah, Dewi Rana (2024). Meningkatkan Aktivitas, Berpikir Kritis, dan Kolaborasi Materi Kekayaan Budaya Indonesia Menggunakan Model PATIN Pada Siswa Kelas IV SDN Alalak Tengah 4 Banjarmasin. Skripsi Program S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing: Dr. Noorhapizah, S.T., M.Pd.
Kata Kunci: Bepikir Kritis, Kolaborasi, PATIN.
Permasalahan pada penelitian ini adalah rendahnya aktivitas, keterampilan berpikir kritis dan kolaborasi siswa. Hal ini disebabkan pembelajaran bersifat satu arah, kurangnya keaktifan siswa saat pembelajaran, tidak menggunakan model dan media pembelajaran bervariasi, serta pembelajaran monoton. Upaya mengatasinya dengan menggunakan model PATIN. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis peningkatan aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis dan kolaborasi, serta hasil belajar.
Penelitian ini menggunakan PTK yang dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan. Subjek penelitian yaitu siswa kelas IV SDN Alalak Tengah 4 Banjarmasin yang berjumlah 33 orang, pada semester II tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis dan kolaborasi, serta hasil belajar yang diperoleh melalui tes tertulis secara kelompok dan individu. Analisis data yang disajikan yaitu berupa deskripsi, table, dan grafik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan 1 sampai 4 memperoleh kriteria “sangat baik” Aktivitas siswa pada pertemuan 1 sampai 4 meningkat dari kriteria “cukup aktif” menjadi “sangat aktif”. Keterampilan berpikir kritis pada pertemuan 1 sampai 4 meningkat dari kriteria “kurang terampil” menjadi “sangat terampil”. Keterampilan kolaborasi pada pertemuan 1 sampai 4 meningkat dari kriteria “cukup terampil” menjadi “sangat terampil”. Sehingga hal ini berdampak pada hasil belajar afektif, sumatif, dan formatif siswa pertemuan 1 sampai 4 terjadi peningkatan secara klasikal.
Berdasarkan temuan dapat disimpulkan bahwa model PATIN dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan keterampilan berpikir kritis dan kolaborasi, serta hasil belajar pada siswa. Disarankan penggunaan model tersebut sebagai alternatif dalam meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan kerjasama dan berpikir kritis, serta hasil belajar.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI