DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN MOTIVASI DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA MENGGUNAKAN MODEL BINTANG PADA KELAS IV SEKOLAH DASAR
PENGARANG:MUTIARA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-07-31


Mutiara. 2024. Meningkatkan Motivasi Dan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Menggunakan Model BINTANG Pada Kelas IV Sekolah Dasar. Skripsi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing: Drs. Asrani, M.Pd.

Kata kunci: Aktivitas, Motivasi, Berpikir Kritis, BINTANG

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas siswa, motivasi, dan keterampilan berpikir kritis yang mengakibatkan rendahnya hasil belajar pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Hal ini disebabkan pembelajaran kurang bervariasi tanpa menggunakan atau memanfaatkan model pembelajaran yang inovatif. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penggunaan model pembelajaran BINTANG (Problem Based Learning, Number Head Together, dan Snowball Throwing). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas guru, peningkatan aktivitas siswa, motivasi, keterampilan berpikir kritis, dan hasil belajar siswa.

Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dan kuantitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Benua Anyar 8 Banjarmasin tahun ajaran 2023/2024 dengan jumlah 31 siswa. Data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, motivasi, keterampilan berpikir kritis. dan hasil belajar diperoleh dari tes evaluasi. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik deskriptif analisis.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan I sampai III meningkat dari kriteria “baik” menjadi “sangat baik”. Aktivitas siswa pada pertemuan I sampai III meningkat dari kriteria “cukup aktif” menjadi “sangat aktif”. Motivasi siswa pada pertemuan I sampai III meningkat dari kriteria “tinggi” menjadi “sangat tinggi”. Keterampilan berpikir kritis pada pertemuan I sampai III meningkat dari kriteria “cukup terampil” menjadi “sangat terampil”. Oleh karena itu, terjadi peningkatan menyeluruh pada hasil belajar siswa, baik dari segi kognitif, afektif, dan psikomotorik mulai dari pertemuan I hingga III.

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan model BINTANG dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, motivasi, keterampilan berpikir kritis, dan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, disarankan menggunakan model tersebut sebagai salah satu solusi alternatif dalam meningkatkan aktivitas siswa, motivasi belajar, bepikir kritis yang dapat meningkatkan hasil belajar.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI