DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA MENGGUNAKAN MODEL BAMBU PADA MUATAN MATEMATIKA DI KELAS V SDN KUIN SELATAN 1
PENGARANG:RAHMAD KHAIRINOR
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-07-31


Khairinor, Rahmad (2024). Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Menggunakan Model BAMBU Pada Muatan Matematika di Kelas V SDN Kuin Selatan 1. Skripsi Program S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat.

                   Pembimbing: Ratna Purwanti, M.Pd.

Kata Kunci: Keterampilan Berpikir Kritis, Matematika, BAMBU

Permasalahan pada penelitian ini adalah rendahnya aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, dan hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika. Hal tersebut disebabkan pembelajaran yang dilakukan belum menerapkan model pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman siswa, guru jarang menggunakan media pembelajaran pada saat mengajar, belum diterapkannya pembiasaan dalam pembelajaran untuk mengasah kemampuan berpikir kritis pada siswa, dan aktivitas belajar yang belum maksimal. Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan model BAMBU dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru dan aktivitas siswa, serta menganalisis keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa pada muatan matematika di kelas V SDN Kuin Selatan 1.

Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Kuin Selatan 1 yang berjumlah 22 orang siswa terdiri dari 8 orang siswa laki – laki dan 14 orang siswa perempuan, pada semester II tahun ajaran 2023/2024. Data yang diambil merupakan data kualitatif diperoleh melalui observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, dan keterampilan berpikir kritis siswa, kemudian menggunakan data kuantitatif untuk hasil belajar siswa yang diperoleh melalui tes tertulis secara kelompok dan individu. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik deskriptif analisis dan cross tabulasi dijabarkan dengan tabel, grafik dan interpretasi dengan persentase.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan 1 memperoleh skor 28 dengan kriteria “Baik” dan pada pertemuan 3 memperoleh skor 40 dengan kriteria “Sangat Baik”. Aktivitas siswa secara klasikal pada pertemuan 1 mencapai 27% dengan kriteria “Kurang Aktif” dan pada pertemuan 3 mencapai 86% dengan kriteria “Sangat Aktif”. Hasil belajar siswa ranah kognitif secara klasikal mencapai 91%, ranah afektif secara klasikal mencapai 91%, dan ranah psikomotorik secara klasikal mencapai 86%.

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan kombinasi model BAMBU dapat meningkatkan kualitas aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Adapun saran bagi guru, kepala sekolah, dan peneliti lain adalah agar penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan referensi dalam meningkatkan kualitas aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI