DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN AKTIVITAS, KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS, DAN HASIL BELAJAR MUATAN IPAS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TARO PADA KELAS IV SDN KELAMPAIAN ULU
PENGARANG:NUR HASSANAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-07-31


Permasalahan penelitian ini adalan rendahnya aktivitas, keterampilan berpikir kritis, dan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran IPAS. Hal tersebut disebabkan oleh kurangnya keterlibatan peserta didik secara aktif dalam proses pembelajaran, pembelajaran yang kurang menarik dan pembelajaran bersifat individu. Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran TARO dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas pendidik serta menganalisis aktivitas peserta didik, keterampilan berpikir kritis, dan hasil belajar peserta didik.

Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IV SDN Kelampaian Ulu yang berjumlah 19 orang peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes dan observasi. Data dianalisis secara kualitatif, yaitu aktivitas pendidik, aktivitas peserta didik dan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Secara kuantitatif, yaitu hasil belajar peserta didik, kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif dan digambarkan dalam bentuk tabel dan grafik, selanjutnya diinterpretasikan dengan menggunakan kriteria pada masing-masing indikator keberhasilan aktivitas pendidik dan aktivitas peserta didik, serta tercapainya ketuntasan belajar peserta didik secara individual dan klasikal.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas pendidik pada pertemuan 1 memperoleh skor 21, pertemuan 2 memperoleh skor 26, dan pertemuan 3 meningkat memperoleh skor 30. Aktivitas peserta didik pada pertemuan 1 memperoleh persentase 31%, pertemuan 2 memperoleh persentase 58%, dan pertemuan 3 memperoleh persentase 89%. Adapun keterampilan berpikir kritis pada pertemuan 1 memperoleh persentase 32%, pertemuan 2 memperoleh persentase 63%, dan pertemuan 3 memperoleh persentase 84%. Untuk ketuntasan klasikal hasil belajar peserta didik pada pertemuan 1 memperoleh persentase 21%, pertemuan 2 memperolej persentasi 63%, dan pertemuan 3 memperoleh persentase 100%.

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa aktivitas pendiidk terlaksana dengan sangat baik, aktivitas peserta didik sangat aktif, keterampilan berpikir kritis meningkat, dan hasil belajar meningkat mencapai ketuntasan secara individu maupun klasikal menggunakan model pembelajaran TARO pada muatan IPAS. Hasil penelitian ini dapat disarankan sebagai alternatif pemilihan dan penggunaan model pembelajaran untuk mata pelajaran IPAS di kelas IV.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI