DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | IMPLEMENTASI NILAI BUDAYA SEMBOYAN “HARAM MANYARAH WAJA SAMPAI KAPUTING” DI MAN 2 KOTA BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | ISNANI PUTRI HANDAYANI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-08-01 |
ABSTRAK
Isnani Putri Handayani. 2024. Implementasi Nilai Budaya Semboyan “Haram Manyarah Waja Sampai Kaputing” (WASAKA) Di MAN 2 Kota Banjarmasin. Skripsi. Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Pembimbing (1) Wahyu
Kata Kunci : Implementasi Nilai Budaya, WASAKA
Nilai budaya semboyan WASAKA di MAN 2 telah dipraktekkan, namun belum optimal dalam kegiatan belajar-mengajar. Praktek nilai budaya WASAKA masih tergantung pada inisiatif guru, belum melibatkan partisipasi aktif peserta didik. Spirit peserta didik dalam pendidikan seimbang dengan nilai budaya WASAKA. Pembelajaran yang bermakna terjadi ketika siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosialnya.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui (1) Kompetensi guru dalam penyampaian nilai kearifan lokal semboyan WASAKA (2) Ketersediaan dana dan sarana dalam penyampaian nilai kearifan lokal semboyan WASAKA(3) Kompetensi peserta didik dalam mengimplementasikan semboyan WASAKA di sekolah dan di rumah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis interaktif.
Hasil penelitian (1) Kompetensi guru dalam penyampaian nilai kearifan lokal semboyan WASAKA sangat baik. Guru pada aspek kompetensi pedagogik memahami karakteristik peserta didik, merancang pembelajaran terstruktur, desain pembelajaran sesuai lingkungan dan potensi peserta didik. Kompetensi kepribadian menunjukkan stabilitas etika, keterbukaan dalam berpikir dan bertindak. Kompetensi sosial mengembangkan komunikasi efektif dengan warga sekolah, berpartisipasi dalam relasi dengan dewan pendidikan. Kompetensi profesional menguasai bidang studi, menyesuaikan kurikulum, dan mengembangkan metode ajar dengan berbagai sumber dan hasil evaluasi. (2) Ketersediaan dana dan sarana dalam penyampaian nilai semboyan WASAKA belum ada rancangan dana khusus, dana disesuaikan dengan kurikulum dan peserta didik. Sarana prasarana belum disediakan karena sifat immaterial budaya WASAKA, namun guru berperan sebagai fasilitator danmampu mentransformasikan pembelajaran langsung dengan peserta didik. (3) Kompetensi peserta didik dalam mengimplementasikan semboyan WASAKA di sekolah dan di rumah sudah baik. mengembangkan minat, berpikir kritis, keterampilan, komunikasi, kolaborasi, kepemimpinan, dan pemecahan masalah. Implementasi nilai budaya WASAKA di rumah membantu membangun nilai, sera pemahaman hidup.
Disarankan untuk guru memaksimalkan penyampaian nilai budaya WASAKA dengan memberikan contoh langsung nilai kehidupan dan mengaitkannya dengan budaya lokal WASAKA. Pihak kependidikan MAN 2 Kota Banjarmasin merancang dana serta memfasilitasi budaya immaterial, seperti papan kata mutiara dan kegiatan tertentu di sekolah. Peserta didik mampu memahami nilai-nilai dalam semboyan WASAKA dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI