DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MENIRU BENTUK MENGGUNAKAN MODEL PROJECT BASED LEARNING, EXPLICIT INSTRUCTION DENGAN MEDIA LOOSE PART PADA KELOMPOK B TK NUSANTARA BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | NUR AZIZAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-08-01 |
ABSTRAK
Azizah, Nur. 2024. Mengembangkan Kemampuan Meniru Bentuk Menggunakan Model Project Based Learning, Explicit Instruction dengan Media Loose Part pada Kelompok B TK Nusantara Banjarmasin. Skripsi Program S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. PembimbingMaimunah, M.Pd.
Kata Kunci: Meniru Bentuk, Project Based Learning, Explicit Instruction, Media Loose Part.
Permasalahan penelitian ini adalah rendahnya perkembangan motorik halus anak dalam kemampuan meniru bentuk. Hal ini disebabkan oleh kurangnya kegiatan yang menstimulus motorik halus anak dan kurangnya motivasi yang diberikan oleh guru. Model dan media yang digunakan kurang inovatif dan menarik bagi anak, serta pembelajaran yang kurang bermakna menjadikan anak lebih pasif dalam kegiatan pembelajaran. Solusi menggunakan model Project Based Learning, Explicit Instruction dengan media Loose Part. Tujuannya untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas anak dan menganalisis hasil perkembangan motorik halus anak dalam kemampuan meniru bentuk.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam empat kali pertemuan. Subjek penelitian adalah anak kelompok B TK Nusantara Banjarmasin semester genap tahun pelajaran 2023/2024 yang berjumlah 14 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi aktivitas guru, aktivitas anak dan aspek motorik halus. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan dijelaskan menggunakan tabel, grafik dan interpretasi dengan persentase.
Hasil penelitian menunjukkan aktivitas guru pada pertemuan I hingga IV meningkat dari skor 15 menjadi skor 22. Aktivitas anak pada pertemuan I hingga IV meningkat dari persentase 29% menjadi 93% dan mencapai kriteria sangat aktif. Dan hasil kemampuan meniru bentuk pada pertemuan I sampai IV meningkat dari 29% menjadi 93% dan mencapai kriteria berkembang sangat baik.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Project Based Learning, Explicit instruction dengan media Loose Part dapat meningkatkan kualitas aktivitas guru, aktivitas anak dan perkembangan motorik halus anak. Terdapat saran bagi kepala sekolah agar penelitian ini dapat dijadikan referensi untuk pengembangan guru dalam inovasi. Bagi guru dapat dijadikan acuan dalam menggunakan model pembelajaran yang efektif. Bagi peneliti lain dapat menjadi salah satu referensi dalam penelitian selanjutnya dengan mempertimbangkan alokasi waktu dan kondisi anak.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI