DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Meningkatkan Kemandirian dan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Menggunakan Model BAIRIK Media Wordwall di SDN Sungai Jingah 4 | |
| PENGARANG | : | YUNITA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-08-01 |
Permasalahan pada penelitian ini adalah rendahnya kemandirian dan keterampilan berpikir kritis siswa. Hal tersebut disebabkan karena siswa cenderung pasif dengan hanya mencatat apabila diperintahkan, kurangnya kesadaran untuk belajar mandiri, kurangnya menggali informasi lebih mendalam, dan pembelajaran kurang bermakna sehingga pada akhirnya mengakibatkan rendahnya hasil belajar siswa. Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran BAIRIK (Problem Based Learning, Numbered Head Together, dan Talking Stick) dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemandirian dan keterampilan berpikir kritis siswa.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IVB SDN Sungai Jingah 4 berjumlah 20 orang. Data yang diambil merupakan data kualitatif dengan cara observasi dan data kuantitatif dengan cara tes. Adapun indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah apabila dan klasikal kemandirian siswa mencapai kriteria sangat mandiri dan klasikal keterampilan berpikir kritis siswa mencapai kriteria sangat terampil. Selain itu, aktivitas guru mencapai kriteria sangat baik, klasikal aktivitas siswa mencapai kriteria sangat aktif, dan klasikal hasil belajar siswa mencapai ketuntasan 80%.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemandirian siswa pada pertemuan 1 mencapai 35% dengan kriteria kurang mandiri dan meningkat pada pertemuan 4 mencapai 95% dengan kriteria sangat mandiri. Adapun keterampilan berpikir kritis siswa pada pertemuan 1 mencapai 40% dengan kriteria kurang terampil dan meningkat pada pertemuan 4 mencapai 95% dengan kriteria sangat terampil. Selain itu, aktivitas guru pada pertemuan 1 mencapai 92% dengan kriteria sangat baik meningkat pada pertemuan 4 menjadi 100% dengan kriteria sangat baik. Aktivitas siswa pada pertemuan 1 mencapai 40% dengan kriteria kurang aktif dan meningkat pada pertemuan 4 mencapai 95% dengan kriteria sangat aktif. Untuk hasil belajar aspek kognitif siswa pada pertemuan 1 dengan ketuntasan klasikal 65% meningkat pada pertemuan 4 dengan ketuntasan klasikal 95%.
Berdasarkan temuan ini dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran BAIRIK (Problem Based Learning, Numbered Head Together, dan Talking Stick) dapat meningkatkan hasil belajar sehingga hipotesis dapat diterima. Untuk itu disarankan model tersebut dapat dijadikan salah satu alternatif pilihan model sebagai masukan untuk pembinaan kepada guru, informasi untuk meningkatkan kemandirian dan keterampilan berpikir kritis siswa di sekolah dasar, dan salah satu referensi untuk memunculkan inovasi model pembelajaran lainnya.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI