DIGITAL LIBRARY



JUDUL:KAJIAN EKOLOGI SASTRA DALAM CERITA RAKYAT AIR MATA CILUBINTANG KARYA FARADIKA DARMAN
PENGARANG:RIZKA AULIA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-08-01


Aulia, Rizka. 2024. Kajian Ekologi Sastra dalam Cerita Rakyat Air Mata Cilubintang karya faradika Darman. Skripsi, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin Progam studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Dosen Pembimbing I, Prof. Dr. Rusma Noortyani, M.Pd. Dosen Pembimbing II, Faradina, M.Pd.

Kata Kunci: Ekologi Sastra, Kajian Ekologi Sastra, Hubungan Manusia dengan Alam, Metafora, Cerita Rakyat, Cerpen.

Cerita Rakyat "Air Mata Cilubintang" mengisahkan perjalanan emosional seorang anak bernama Cilubintang yang berusaha mengatasi kesedihan dan kehilangan. Dalam cerita ini, Cilubintang diperkenalkan sebagai sosok yang peka dan memiliki kedekatan khusus dengan alam. Melalui serangkaian peristiwa, Cilubintang belajar tentang pentingnya menghadapi kesedihan, kehilangan, dan pentingnya proses penyembuhan emosional. Namun, melalui interaksi dengan lingkungan sekitarnya termasuk hewan, tumbuhan, dan fenomena alam Cilubintang mulai memahami bahwa kesedihan adalah bagian dari kehidupan dan memiliki tempatnya sendiri dalam siklus alam. Kajian ekologi sastra adalah pendekatan analisis sastra yang mengeksplorasi hubungan antara karya sastra dengan lingkungan alam dan sosialnya. Tujuan utamanya adalah memahami cara di mana sastra merefleksikan, memengaruhi, dan merespons isu-isu lingkungan dan hubungan manusia dengan alam.  

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah dari buku cerita rakyat yang berjudul “Air Mata Cilubintang” karya Faradika darman. Diterbitkan pada tahun 2016 oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Jumlah seluruh halaman buku ini kurang lebih 53 halaman. Cerita ini mengandung unsur-unsur yang mendalam mengenai hubungan antara manusia dengan alam dan penggunaan metafora yang berkaitan dengan kajian ekologi sastra. Kajian ekologi sastra berfokus pada cara sastra menggambarkan interaksi antara manusia dan lingkungan alaminya, serta refleksi terhadap isu-isu ekologis.

Berdasarkan hasil bacaan dan analisis diperoleh hasil data yang memiliki hubungan manusia dengan alam dan metafora kajian ekologi sastra dalam cerita rakyat Air Mata Cilibintang karya Faradika Darman. Dalam konteks cerita rakyat "Air Mata Cilibintang", hubungan manusia dengan alam dapat dilihat dari bagaimana alam dijadikan sebagai sumber kekuatan dan penyembuhan bagi Cilubintang yang sedang berduka. Alam, dengan segala unsur di dalamnya, tidak hanya dijadikan latar belakang cerita tetapi juga sebagai entitas yang aktif berinteraksi dengan karakter utama, memberikan pelajaran, dan menginspirasi transformasi personal. Metafora yang digunakan dalam cerita rakyat ini mungkin melibatkan cara alam digambarkan atau dikaitkan dengan emosi dan perjalanan internal karakter. Misalnya, air mata Cilubintang yang mungkin diibaratkan sebagai hujan, menunjukkan kesedihan yang alami dan memurnikan, atau perubahan musim yang mencerminkan fase-fase dalam proses penyembuhan dan penerimaan.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI