DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK DALAM MENGGUNTING GAMBAR SESUAI POLA MENGGUNAKAN MODEL PROJECT BASED LEARNING, METODE DEMONSTRASI, DAN MEDIA KERTAS WARNA BERGAMBAR PADA ANAK KELOMPOK A TK RANGGANALA
PENGARANG:SITI MAULIDA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-08-01


Maulida, Siti. 2024. Mengembangkan Kemampuan Motorik Halus Anak dalam Menggunting Gambar Sesuai Pola menggunakan Model Project Based Learning, Metode Demonstrasi, dan Media Kertas Warna Bergambar pada Anak Kelompok A Tk Rangganala

Kata Kunci : Model Project Based Learning, Metode Demonstrasi, Media Kertas Warna

Berlatar belakang dari permasalahan rendahnya motorik halus anak dalam hal menggunting gambar sesuai pola, hal ini disebabkan oleh kurang optimalnya stimulasi motorik halus yang diberikan kepada anak dan tidak diikut sertakannya anak dalam melakukan kegiatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis aktivitas anak dan hasil capaian perkembangan motorik halus anak.

Pendekatan penelitian ni menggunakan pendekatn kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian tidakan kelas (PTK). Penelitian dilakukan selama 3 kali pertemuan di TK Rangganala. Jumlah total anak dalam penelitian sebanyak 10 orang anak (8 anak laki-laki dan 2 anak perempuan). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, serta penilaian aspek perkembangan motorik halus anak. Analisis data menggunakan desktiptif dengan tabel dan grafik. Indikator keberhasilan dikatakan berhasil apabila aktivitas guru mencapai skor ≥26, aktivitas anak secara klasikal mencapai persentase ≥25%, dan capaian perkembangan motorik halus anak mencapai persentase ≥82%.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Aktivitas guru pada pertemuan pertama (P1) mendapat skor 19 dengan kategori “Cukup Baik”, pertemuan kedua (P2) mendapat skor 24 dengan kategori “Baik”, dan pertemuan ketiga (P3) mendapat skor 31 dengan kategori “Sangat Baik”. 2) Aktivitas anak pada pertemuan pertama (P1) dengan persentase 60% artinya sebagian kecil anak aktif, pertemuan pertama (P2) dengan persentase 70% artinya sebagian anak aktif, dan pertemuan pertama (P3) dengan persentase 100% artinya seluruh anak aktif. 3) Hasil capaian perkembangan motorik halus anak pada pertemuan terkahir mencapai 100% anak berhasil mendapatkan ketegori berkembang sangat baik (BSB).

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Project Based Learning, Metode Demonstrasi, dan Media Kertas Warna Bergambar aktiivitas dan capaian perkembangan motorik halus anak dapat meningkat dan berkembang dengan baik, sehingga diharapkan untuk penelitian selanjutnya menjadi bahan informasi dan bagi sekolah dapat mengembangkannya.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI