DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MANAJEMEN PENGEMBANGAN GURU (STUDI MULTI KASUS SDS BINA BANGSA 03 DAN SDS BINA BANGSA 04 KABUPATEN SERUYAN)
PENGARANG:YANA UTAMI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-08-01


Manajemen pengembangan guru merupakan proses penting yang dirancang
dalam suatu organisasi untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas guru
dalam rangka mencapai tujuan Pendidikan.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan manajemen pengembangan guru
yang dilakukan kepala sekolah di SDS Bina Bangsa 03 dan SDS Bina Bangsa 04.
Adapun fokus penelitian ini adalah (1) Perencanaan pengembangan guru yang
dilakukan kepala sekolah SDS Bina Bangsa 03 dan SDS Bina Bangsa 04, (2)
Pelaksanaan pengembangan guru yang dilakukan kepala SDS Bina Bangsa 03 dan
SDS Bina Bangsa 04, (3) Evaluasi pengembangan guru yang SDS Bina Bangsa 03
dan SDS Bina Bangsa 04, (4) Faktor pendukung dan hambatan pengembangan guru
yang dilakukan di SDS Bina Bangsa 03 dan SDS Bina Bangsa 04.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis
penelitian multi kasus. Pengambilan data menggunakan teknik observasi,
wawancara mendalam, dan dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan dengan
triangulasi sumber dan metode. Analisis data menggunakan model Miles dan
Huberman mencakup redukdi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian sebagai berikut: 1) Bentuk perencanaan yang dilakukan
kepala sekolah adalah melakukan analisis kebutuhan guru melalui supervisi; 2)
Pelaksanaan pengembangan guru dilakukan dengan mewajibkan guru mengikuti
pengembangan guru seperti KKG, webinar, IHT, dan KMD. Adapun yang tidak
wajib seperti PPG, melanjutkan pascasarjana, dan penyetaraan pendidikan; 3)
Kepala sekolah rutin melakukan pertemuan sebagai bentuk evaluasi, hasil
pengembangan guru dapat dilihat melalui kesiapan guru dalam menerapkan
kurikulum merdeka; 4) Dukungan pengembangan guru secara internal adalah dari
guru itu sendiri, sedangkan dukungan secara eksternal didapat dari stakeholder
yaitu perusahaan dan Yayasan. Sedangkan hambatan secara internal adalah
rendahnya motivasi guru untuk meningkatkan diri, dan komitmen kepala sekolah
yang kurang dalam melakukan evaluasi. Secara eksternal hambatan yang terjadi
karena letak kedua sekolah ini yang berada di perkebunan sawit, jauh dari perkotaan
sehingga sering terjadi gangguan internet dan jalan yang sulitdilewati.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI