DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN BERPIKIR KRITIS PADA PEMBELAJARAN IDE POKOK DENGAN MENGGUNAKAN MODEL MAMANDA KELAS V SDN SUNGAI MIAI 11 BANJARMASIN
PENGARANG:NOOR BAITI RAHMAN
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-08-07


Rahman, Noor Baiti. 2024. Meningkatkan Aktivitas Belajar dan Berpikir Kritis Pada Pembelajaran Ide Pokok Dengan Menggunakan Model MAMANDA Kelas V SDN Sungai Miai 11 Banjarmasin. Skripsi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing Dr. Rizky Amelia, S.Pd., M.Pd.

Kata Kunci:Aktivitas, Berpikir Kritis, Ide Pokok, MAMANDA.

 

Masalahdalampenelitianiniadalah rendahnya aktivitas, berpikir kritis, dan hasil belajar dalam pembelajaran ide pokok. Hal tersebut dikarenakan pembelajaran bersifat satu arah, pembelajaran yang monoton dan membosankan, dan kurangnya kegiatan yang menuntut peserta didik berpikir kritis. Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan model MAMANDA dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru dan peserta didiksertamenganalisispeningkatanketerampilanberpikirkritisdanhasilbelajar peserta didik.

Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan  Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan. Setting penelitian adalah peserta didik kelas VB SDN Sungai Miai 11 Banjarmasin yang berjumlah 24 peserta didik terdiri dari 12 orang laki-laki dan 12 orang perempuan, pada semester II tahun ajaran 2023/2024. Jenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui observasi aktivitas guru, aktivitas peserta didik, dan keterampilan berpikir kritis. Data kuantitatif diperoleh melalui tes tertulis secara individu. Keberhasilan dalam penelitian ini dapat dilihat dari ketercapaian indikator ketuntasan yang telah ditetapkan.

Hasilpenelitianmenunjukkanbahwaaktivitasguru pada pertemuan 1 memperoleh skor 19 dengan kategori baik meningkat pada pertemuan 4 menjadi skor 24 dengan kategori sangat baik.Aktivitaspeserta didik pada pertemuan 1 memperoleh skor 29% dengan kategori kurang aktif meningkat pada pertemuan 4 menjadi skor 92% dengan kategori sangat aktif. Keterampilanberpikir kritis peserta didik pada pertemuan 1 memperoleh skor 42% dengan kategori kurang terampil meningkat pada pertemuan 4 menjadi skor 100% dengan kategori sangat terampil. Hasil belajar peserta didik pada pertemuan 1 mencapai ketuntasanklasikal 8% meningkat pada pertemuan 4menjadi 92%.

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada materi menentukan idepokok pada teks bacaan dengan menggunakan modelMAMANDAmeningkat, jadi dengan begitu guru bisamenjadikanmodelinisebagaicontohuntukditerapkanpadasaatprosespembelajaran.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI