DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Ketidakadilan Gender dalam Buku Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer Karya Pramoedya Ananta Toer | |
| PENGARANG | : | NADILLA ERA JULIANI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-08-09 |
Kedudukan antara laki-laki dan perempuan secara umum dipandang sejajar dan memiliki hubungan baik antara satu sama lain. Akan tetapi, ternyata terjadi ketimpangan yang mengakibatkan adanya ketidakadilan gender terhadap salah satu pihak. Tidak hanya pada masa sekarang ditemukan ketidakadilan gender tersebut, bahkan pada masa lalu pun ditemukan bentuk ketidakadilan gender dalam salah satu pihak. Salah satunya yang tertulis dalam buku Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer karya Pramoedya Ananta Toer. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meneliti bentuk representasi ketidakdilan gender yang terdapat dalam buku Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer karya Pramoedya Ananta Toer.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis Norman Fairclough yang terbagi dalam tiga dimensi, yaitu dimensi teks, dimensi praktik wacana dan dimensi praktik sosiokultural. Sumber data penelitian ini berupa buku Perawan Remaja dalan Cengkeraman Militer karya Pramoedya Ananta Toer. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan catat. Instrumen dalam penelitian ini berupa manusia, yaitu peneliti sendiri dengan instrumen penunjang berupa tabel.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk ketidakadilan gender dapat terlihat dalam bentuk dimensi teks, dimensi praktik wacana dan dimensi praktik sosiokultural. Pada dimensi teks terlihat dari fakta yang dituliskan dan dikonstruksikan dalam teks yang menuliskan perempuan diperkosa, dianiaya, diculik, dihancurkan idealisme, dan dijadikan tumpuan keluarga. Dimensi praktik wacana pada proses produksi dan konsumsi teks menghasilkan tulisan ketidakadilan gender yang berdasarkan fakta yang didapatkan oleh penulis terkait perbudakan seks yang terjadi terhadap perempuan. Terakhir, dimensi praktik sosiokultural terlihat pada faktor sistem politik dan sistem kebudayaan pada saat itu menciptakan budaya patriarki yang masih kental sehingga membuat terjadinya ketidakadilan gender terhadap perempuan pada saat itu.
Kata Kunci: ketidakadilan gender
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI