DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENGEMBANGKAN AKTIVITAS, KEMANDIRIAN DAN ASPEK MOTORIK HALUS MENGGUNAKAN MODEL CERIA PADA ANAK KELOMPOK A TK MASYITOH 1 | |
| PENGARANG | : | SITI MAIMUNAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-08-09 |
ABSTRAK
Maimunah, Siti. 2024. Mengembangkan Aktivitas, Kemandirian Dan Aspek
Motorik Halus Menggunakan Model Ceria Pada Anak Kelompok A Tk
Masyitoh 1, Skripsi Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia
Dini. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung
Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing Celia Cinantya., S.Kom, M.Pd.
Kata kunci: Aktivitas, Kemandirian, Motorik Halus, Model Ceria.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas,
kemandiriana dan aspek motorik halus anak dalam menjiplak bentuk. Penyebab dari
permasalahan yaitu pembelajaran yang kurang bermakna, pembelajaran yang
abstrak dan pembelajaran hanya bersifat satu arah. Solusi yang diberikan yaitu
melalui Model Ceria. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas
guru, menganalisis aktivitas anak, kemandirian anak dan hasil perkembangan aspek
motorik halus anak dalam menjiplak bentuk.
Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan
menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilakukan
sebanyak 4 kali pertemuan. Setting penelitian ini dilakukan pada anak kelompok A
TK Masyitoh 1 dengan jumlah sebanyak 14 anak. Teknik pengumpulan data dengan
observasi. Analisis data dalam pertemuan ini menggunakan teknik deskriptif
dijabarkan dengan tabel dan grafik. Indikator keberhasilan aktivitas guru dikatakan
berhasil apabila memperoleh skor ≥ 23 dengan kategori “Sangat Baik”. Aktivitas
anak secara klasikal memperoleh skor ≥82% dengan kategori “Sangat Aktif”.
Kemandirian anak secara klasikal memperoleh skor ≥82% dengan kategori “Sangat
Mandiri”. Dan hasil perkembangan motorik halus anak secara klasikal dengan
persentase ≥82% “Berhasil Berkembang” serta secara individu memperoleh
kategori BSB.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahwa aktivitas guru pada
pertemuan I mendapat skor 19, pertemuan II mendapat skor 21, pertemuan III
mendapat skor 23 dan pertemuan IV mendapatkan skor 26. Aktivitas anak pada
pertemuan I memperoleh presentase 35,7%, pertemuan II memperoleh presentase
57,1%, pertemuan III memperoleh presentase 71,4% dan pertemuan IV
memperoleh persentase 100%. Kemandirian anak pada pertemuan I memperoleh
presentase 28,6%, pertemuan II memperoleh persentase 50%, pertemuan III
memperoleh presentase 71,4% dan pertemuan IV memperoleh persentase 85,7%.
Hasil perkembangan aspek motorik halus pada pertemuan I memperoleh presentase
35,7%, pertemuan II memperoleh persentase 64,2%, pertemuan III memperoleh
presentase 78,5% dan pertemuan IV memperoleh persentase 92,8%.
Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa aktivitas guru dalam
pembelajaran menggunakan model Ceria telah terlaksana sesuai langkah-langkah
dan dapat meningkatkan aktivitas, kemandirian dan aspek motorik halus dalam
menjiplak bentuk. Disarankan bagi guru dapat meningkatkan kemampuan dalam
memberikan kegiatan pembelajaran yang lebih menarik. Bagi kepala sekolah, agar
memberikan bimbingan dan arahan kepada semua guru agar lebih mengoptimalkan
penggunaan metode dan model-model pembelajaran dan bagi peneliti selanjutnya
menjadi referensi dalam melaksanakan penelitian mengenai mengembangkan
aktivitas, kemandirian dan aspek motori halus menggunakan model ceria.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI