DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Pengaruh Bahan Bakar Briket Pengasapan yang Berbeda terhadap Kualitas Ikan Bandeng (Chanos chanos Forsk) Asap | |
| PENGARANG | : | RAHMAT VIVIAN PAHLEVI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-08-09 |
Industri pengasapan (smoking) menjadi salah satu industri pengolahan yang sangat bergantung pada ketersediaan bahan bakar. Ketersediaan bahan bakar tempurung kelapa yang terbatas setiap tahunnya dapat menghambat keberlangsungan usaha pengawetan ikan dengan metode pengasapan. Usaha pengolahann limbah menjadi bahan bakar alternatif kian banyak dikembangkan sebagai bahan bakar pengasapan. Tujuan penelitian ini mengetahui efiseinsi pengggunaan bahan bakar briket dan kualitas ikan asap yang dihasilkan. Penelitian eksperimen dengan metode perancangan pecobaan Rancangan Acak Kelompol (RAK) empat perlakuan dan tiga ulangan. Parameter yang diuji pada penelitian ini adalah nilai suhu dan kelembaban ruang pengasapan, laju pengumpanan dan banyak bahan bakar yang digunakan, nilai kadar air dan kadar abu ikan asap serta nilai ekonomi dari penggunaan bahan bakar briket. Hasil dari pengukuran suhu dan kelembaban ruang pengasap diketahui bahwa rata-rata capaian suhu tertinggi terdapat pada bahan bakar tempurung kelapa tanpa pembriketan disusul dengan briket sabut kelapa yang secara berturut-turut sebesar 76,97°C dan 74,70°C. Sedangkan nilai rata-rata kelembaban berada pada 50,13% hingga 56,05%.Dari pengamatan laju pembakaran dan banyak bahan bakar yang digunakan diketahui bahwa rata-rata laju pembakaran tercepat pada perlakuan briket sabut kelapa sebesar 339 detik dan terlambat pada tempurung kelapa sebesar 696 detik yang secara berturut-turut membutuhkan konsumsi bahan bakar sebesar 6.360 gram dan 5.520 gram. Kadar air pada ikan asap bandengyang dihasilkan dikterahui bahwa nilai rata-rata tertinggi adalah sebesar 68,23% perlakuan B (Briket Nipah) dan nilai terendah sebesar 64,4% pada perlakuan O (Tempurung Kelapa). Nilai kadar abu yang dihasilkan pada ikan asap dengan bahan bakar berbeda diketahui bahwa persentase tertinggi pada perlakuan O (Tempurung Kelapa) sebesar 1,06% dan terendah pada perlakuan B (Briket Nipah) sebesar 1,01%. Secara ekonomi nilai penggunaan bahan bakar tertinggi ada pada perlakuan B (Briket Nipah) dan terendah pada perlakuan O (Tempurung Kelapa).
Kata Kunci: Pengasapan, Briket, Ikan Bandeng Asap
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI