DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN KOMBINASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING, GROUP INVESTIGATION DAN MAKE A MATCH PADA SISWA KELAS IV SDN SUNGAI MIAI 4 | |
| PENGARANG | : | HAIRUNNISA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-08-12 |
ABSTRAK
Hairunnisa. 2024. Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Matematika Menggunakan Kombinasi Model Pembelajaran Group Investigation, Problem Based Learning Dan Make A Match Pada Kelas 4 SDN Sungai Miai 4 Skripsi Program Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat. Dosen Pembimbing Drs. Radiansyah, M.Pd.
Kata kunci: Aktivitas, Berpikir Kritis, Hasil Bejalar, Group Investigation, Make A Match dan Problem Based Learning
Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas, kemampuan berpikir kritis serta hasil belajar siswa Kelas 4 SDN Sungai Miai 4 Banjarmasin yang disebabkan oleh pembelajaran hanya berlangsung satu arah, guru hanya menggunakan metode ceramah pada saat pembelajaran berlangsung, siswa tidak dihadapkan dengan permasalahan dan pembelajaran belum menerapkan strategi yang tepat dan bervariasi sesuai dengan kondisi siswa yang tentunya hal ini berdampak pada rendahnya aktivitas, kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa pada muatan MTK materi pecahan Kelas 4 SDN Sungai Miai 4. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas, kemampuan berpikir kritis serta hasil belajar siswa.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 pertemuan. Subjek dari penelitian adalah siswa Kelas 4 dengan jumlah siswa sebanyak 22 siswa. Aktivitas guru dan siswa diperoleh melalui lembar observasi.
Hasil belajar siswa diperoleh melalui teknik pengukuran dengan tes secara individu. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik deskriptif analisis dijabarkan pada tabel dan grafik dengan persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan 1 mendapat skor 21, pertemuan 2 mendapat skor 24 dan pertemuan 3 mendapat skor 27. Aktivitas siswa pada pertemuan 1 memperoleh persentase 60%, pertemuan 2 memperoleh persentase 82% dan pada pertemuan 3 memperoleh persentase 91%. Hasil belajar siswa pada pertemuan 1 mencapai persentase 32%, pertemuan 2 memperoleh persentase 59% dan pada pertemuan 3 memperoleh persentase 91%.
Berdasarkan temuan ini dapat disimpulkan bahwa aktivitas guru melakukan pembelajaran telah terlaksana dengan kriteria sangat baik. Aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran telah terlaksana dengan kriteria sangat aktif. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran MTK materi pecahan mengalami peningkatan dan mencapai ketuntasan hasil belajar. Disarankan bagi guru sebagai pertimbangan dalam mengembangkan inovasi pembelajaran, siswa dapat meningkatkan gaya belajar dan hasil belajar, kepala sekolah sebagai masukan pembinaan guru dan peneliti selanjutnya untuk bahan referensi.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI