DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN AKTIVITAS, KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN KEMANDIRIAN SISWA PADA MATERI NILAI-NILAI PANCASILA MENGGUNAKAN MODEL MIND PADA KELAS V SANGGAR BIMBINGAN INTAN BAIDURI MALAYSIA.
PENGARANG:STACY GRACESIA ERNA JONAS
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-08-12


                                       ABSTRAK

 

Jonas,Erna Gracesia Stacy (2024). Meningkatkan Aktivitas, Keterampilann Berpikir Kritis dan Kemandirian Siswa dalam Materi Nilai-nilai Pancasila Menggunakan Model Pembelajaran MIND di Kelas V di Sanggar Bimbingan Intan Baiduri Malaysia. Skripsi Program S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing: Dr. Noorhapizah, S.T., M.Pd.

Kata Kunci: Berpikir Kritis dan Kemandirian siswa.

Permasalahan pada penelitian ini adalah rendahnya aktivitas, keterampilan berpikir kritis dan kemandirian. Hal ini disebabkan pembelajaran bersifat satu arah, kurangnya keaktifan siswa saat pembelajaran, tidak menggunakan model dan media pembelajaran bervariasi, serta pembelajaran monoton. Upaya mengatasinya dengan menggunakan model MIND. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis peningkatan aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis dan kemandirian siswa, serta hasil belajar.

Penelitian ini menggunakan PTK yang dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan. Subjek penelitian yaitu siswa kelas V SB Intan Baiduri Malaysia yang berjumlah 12 orang siswa, pada semester I tahun ajaran 2023/2024. Penelitian ini mengggunakan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis dan kemandirian siswa, serta hasil belajar yang diperoleh melalui tes tertulis secara kelompok dan individu.

Hasil penelitian menunjukan bahwa aktivitas guru pada pertemuan 1 sampai 4 memperoleh kriteria “sangat baik”. Aktivitas siswa pada pertemuan 1 sampai 4 meningkat dari kriteria “cukup aktif” menjadi “sangat aktif”. Keterampilan berpikir kritis pada pertemuan 1 sampai 4 meningkat dari kriteria “cukup terampil” menjadi “sangat terampil”. Kemandirian siswa pada pertemuan 1 sampai 4 meningkat dari kriteria “kurang terampil” menjadi “sangat terampil”. Sehingga hal ini berdampak pada hasil belajar afektif, kognitif, dan psikomotorik siswa pertemuan 1 sampai 4 terjadi meningkatan secara klasikal.

Berdasarkan temuan dapat disimpulkan bahwa model MIND dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, dan kemandirian siswa, serta hasil belajar pada siswa. Disarankan penggunakan model tersebut sebagai alternatif dalam meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis dan kemandirian siswa, serta hasil belajar.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI