DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Pandangan Dunia Masyarakat Miskin dalam Novel Air Mata Terakhir Bunda Karya Kirana Kejora | |
| PENGARANG | : | RIA AMANDA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-08-13 |
ABSTRAK
Amanda, R. (2024). Pandangan Dunia Masyarakat Miskin dalam Novel Air Mata
Terakhir Bunda Karya Kirana Kejora. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Jurusan Bahasa dan Seni. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin. Pembimbing: (I) Dr. Sainul Hermawan, M.Hum.; Pembimbing (II) Dr. Dwi Wahyu Candra Dewi, M.Pd.
Kata Kunci: Pandangan dunia, kemiskinan, sosiologi sastra, strukturalisme genetik
Pandangan dunia bisa diperoleh dari dua aspek. Pertama, hubungan pandangan dunia dengan latar sosial pengarang. Kedua, hubungan pandangan dunia dengan kondisi sosial masyarakat tanpa melibatkan latar sosial pengarang dengan. Pada aspek pertama ini, kedudukan pengarang sebagai subjek kolektif. Hal ini disebabkan oleh pengarang yang menempatkan dirinya sebagai perwakilan dari kelompok sosial tertentu. Penelitian mengenai pandangan dunia berkaitan erat dengan struktur sastra, berupa unsur intrinsik dan ekstrinsik. Adanya analisis mengenai struktur dapat menunjukkan bagaimana pandangan dari kelompok sosial tertentu. Tujuan penelitian ini melihat bagaimana struktur sastra dan pandangan dunia masyarakat miskin. Sehingga, dapat diketahui apakah pandangan dunia itu berhubungan dengan latar sosial pengarang atau hanya gagasan pengarang saja.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa novel Air Mata Terakhir Bunda karya Kirana Kejora. Data dalam penelitian ini berupa kutipan yang dapat menunjukan struktur sastra dan pandangan dunia dalam novel yang diteliti.
Hasil penelitian menunjukkan struktur sastra dan pandangan dunia memiliki korelasi. Adanya pandangan dunia dipengaruhi oleh struktur sastra berupa unsur intrinsik dan ekstrinsik. Pandangan dunia masyarakat miskin diperoleh berdasarkan topik yang sering dimunculkan dalam cerita. Ada enam pandangan yang tercipta dari kelompok masyarakat miskin. (1) Pandangan tentang Tuhan. (2) Pandangan tentang kehidupan atau hakikat hidup. (3) Pandangan tentang harga diri. (4) Pandangan tentang kejujuran. (5) Pandangan tentang masa depan. (6) Pandangan tentang pendidikan. Dari hasil wawancara dengan penulis novel, diketahui bahwa penulis novel bukan berasal dari kelas sosial bawah meskipun penulis mengambil latar sosial masyarakat miskin. Hal ini membuktikan bahwa pandangan dunia yang dimaksud bukan pandangan dunia pengarang. Dalam konteks ini pengarang tidak berperan sebagai perwakilan dari kelompok masyarakat miskin. Sehingga, penelitian ini merupakan kondisi masyarakat dalam novel berdasarkan realita sosial di masyarakat.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI