DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS HUBUNGAN FAKTOR IBU TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BERANGAS TAHUN 2023: Tinjauan Terhadap Riwayat Antenatal Care (ANC), Riwayat Kekurangan Energi Kronis (KEK), dan Indeks Massa Tubuh (IMT) Ibu di Awal Kehamilan
PENGARANG:KUSUMA HATI PURNAMA RINI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-08-13


Stunting merupakan kondisi tinggi badan anak pendek (di bawah standar), 

diakibatkan oleh kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Angka stunting di 

wilayah kerja Puskesmas Berangas paling tinggi dibandingkan dengan puskesmas 

lain dengan jumlah sebanyak 208 anak. Stunting dapat menimbulkan dampak 

jangka pendek dan jangka panjang, salah satunya adalah gangguan kecerdasan. 

Stunting dapat disebabkan oleh faktor maternal, antara lain riwayat ANC, riwayat 

KEK, dan IMT ibu di awal kehamilan. Penelitian bertujuan untuk menjelaskan

hubungan riwayat ANC, riwayat KEK, dan IMT ibu di awal kehamilan dengan 

kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Berangas tahun 2023. 

Penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan case 

control, teknik sampling menggunakan total sampling sesuai kriteria inklusi dan 

eksklusi. Jumlah responden 84 orang setiap kelompok. Analisis bivariat 

menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 70 orang

(41,67%) memiliki riwayat ANC tidak teratur (p=0,000 dan OR=3,369), 30 orang 

(22,62%) memiliki riwayat KEK (p=0,002 dan OR=3,700), dan 23 orang (13,67%) 

mempunyai IMT berisiko (p=0,178). Kesimpulan penelitian adalah riwayat ANC

dan riwayat KEK berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah 

kerja Puskesmas Berangas tahun 2023, sedangkan IMT ibu di awal kehamilan tidak 

berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas 

Berangas tahun 2023.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI