DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MENGGUNAKAN KOMBINASI MODEL PROJECT BASED LEARNING DAN DIRECT INTRUCTION SERTA MEDIA NYATA DI KELOMPOK A TKS JAMBU HILIR | |
| PENGARANG | : | ANITA DINI LESTIA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-08-13 |
Permasalahan dalam permasalahan di TKS Jambu Hilir ini belum berkembangnya kemampuan motorik halus anak dalam meniru bentuk.Hal ini di sebabakan karena penggunaan media yang berulang, anak kurang terlibat secara aktif karena masih di bantu dengan guru. Solusi yang memecahkan persamaan menggunakan kombinasi model Project Based Learning dan Direct instruction serta media nyata. Peneliti bertujuan untuk mengembangkan aktifitas guru, aktivitas anak dan meningkatkan hasil perkembangan motorik halus anak dalam meniru bentuk.
Piendiekatan yang digiunakan dalam pienielitian ini adalah piendiekatan kiualitatif. Jenis penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan selama 3 kali pertemuan di kelompok A TKS Jambu Hilir dengan jumlah anak 10 orang.Analisis data dilakiukan diengan cara miengamati Aktivitas Guru, Aktivitas Anak, dan Perkembangan motorik halus. Indikator keberhasilan guru mendapatkan kriteria sangat baik skor 24 - 28, Aktifitas anak mendapatkan kriteria sangat aktif skor 24 atau 82% - 100% dan kemampuan motorik halus anak kriteria Berkembang Sesuai Harapan skor ≥80% anak didik mampu memperoleh skor 3.
Hasil penelitian ini menunjukkan aktivitas guru pada Siklus1 pertemuan 1 kriteria Cukup Baik (20), pertemuan 2 kriteria baik (22), pertemuan 3 kriteria Sangat Baik (26). Aktifitas Anak Siklus 2 pertemuan 1 kriteria Cukup Aktif ( 50%). pertemuan 2 kriteria Aktif (70%). pertemuan 3 kriteria Sangat Aktif (90%). Perkembangan motorik halus anak Siklus 3 pertemuan 1 kriteria Mulai Berkembang (40%). pertemuan 2 kriteria Berkembang Sesuai Harapan (70%), pertemuan 3 kriteria Berkembang Sangat Baik (90%)
Dapat di simpulkan bahwa aktivitas guru, aktivitas anak dan kemampuan motorik halus anak dalam meniru bentuk menggunakan kombinasi model Project Based Learning dan Direct instruction serta media nyata di kelompok A TKS Jambu Hilir dapat mencapai indikator keberhasilan yang ditentukan. Disarankan pengembangan motorik halusdalam meniru bentuk menggunakan kombinasi model tersebut dapat menjadi acuan dalam model pembelajaran yang efektif.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI