DIGITAL LIBRARY



JUDUL:HUBUNGAN SOSIAL EKONOMI KELUARGA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI KECAMATAN BAKUMPAI, KABUPATEN BARITO KUALA
PENGARANG:NABILLA SYAFIRAH BR. GINTING
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-08-13


Stunting adalah perawakan pendek atau sangat pendek berdasarkan panjang atau tinggi badan menurut usia yang hasilnya kurang dari -2 Standar Deviasi (SD) pada kurva pertumbuhan WHO. Faktor-faktor yang bisa mempengaruhi kejadian stunting diantaranya adalah faktor sosial ekonomi yaitu, pendidikan ibu, pekerjaan, penghasilan, dan tanggungan keluarga. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional analitik dengan pendekatan case control pada ibu yang mempunyai anak berusia 24-59 bulan di Kecamatan Bakumpai, Kabupaten Barito Kuala. Sampel dalam penelitian ini terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kasus (anak yang terkonfirmasi stunting ) dan kelompok kontrol (anak yang tidak terkonfirmasi stunting ). Teknik pengambilan data dilakukan dengan metode stratified random sampling dengan responden total sebanyak 164 orang, dengan 84 orang pada tiap kelompok. Analisis data menggunakan uji chi-square didapatkan hasil pendidikan ibu (p-value = 0,114; OR = 1,867; 95%) dan pekerjaan (p-value = 0,174; OR = 0,593; 95% CI = 0,302-1,163) dengan kejadian stunting menunjukkan tidak terdapat terdapat hubungan karena p>0,05. Sedangkan, penghasilan (p-value = 0,047; OR = 2,792; 95% CI = 1,091- 7,139) dan tanggungan keluarga (p-value = 0,030; OR = 2,077; 95% CI = 1,118- 3,857) dengan kejadian stunting, menunjukkan terdapat hubungan karena p<0,05. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa usia penghasilan dan tanggungan keluarga berhubungan dengan kejadian stunting, sedangkan pendidikan ibu dan pekerjaan tidak berhubungan dengan kejadian stunting

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI