DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN KETERAMPILAN MEMECAHKAN MASALAH DALAM MUATAN MATEMATIKA MATERI PIKTOGRAM DAN DIAGRAM BATANG MENGGUNAKAN MODEL TAKURIHING PADA SISWA KELAS IV SDN ALALAK SELATAN 2 | |
| PENGARANG | : | OLGA YULIASARI GOMES | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-08-16 |
Permasalahan pada penelitian ini adalah rendahnya aktivitas dan keterampilan memecahkan masalah siswa. Hal ini disebabkan karena proses pembelajaran yang masih cenderung bersifat satu arah, daya serap siswa akan pemahaman konsep matematika yang cukup sulit dan lambat, siswa yang sebelumnya pernah tinggal kelas karena mengalami kesulitan membaca, menulis dan berhitung, siswa belum terbiasa dengan soal cerita, serta pembelajaran yang masih dominan bersifat individual atau jarang berkelompok. Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan menerapkan model pembelajaran TAKURIHING yang merupakan kombinasi dari model pembelajaran Problem Based Learning, Student Team Achievement Division, Examples non Examples, Numbered Head Together, dan Talking Stick. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perbaikan kualitas aktivitas guru dan menganalisis peningkatan aktivitas belajar, keterampilan memecahkan masalah dan hasil belajar siswa.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan sebanyak 4 kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Alalak Selatan 2 semester II tahun ajaran 2023/2024 yang berjumlah 30 orang. Data kualitatif diperoleh dari hasil observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan memecahkan masalah, sedangkan data kuantitatif diperoleh dari pengukuran tes tertulis secara individu dan kelompok.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan I memperoleh skor 31 dengan kriteria “Baik”. Hasil ini kian meningkat disetiap pertemuannya hingga pada pertemuan terakhir memperoleh skor 39 dengan kriteria “Sangat Baik”. Pada aspek aktivitas siswa pada pertemuan I memperoleh persentase 33% secara klasikal dengan kriteria “Sebagian Kecil Siswa Aktif”. Hasil ini terus meningkat hingga pertemuan akhir mencapai persentase 93% secara klasikal dengan kriteria “Hampir Seluruh Siswa Sangat Aktif”. Selanjutnya pada aspek keterampilan memecahkan masalah pada pertemuan I diperoleh persentase 27% secara klasikal dengan kriteria “Sebagian Kecil Siswa Terampil”. Hasil ini terus meningkat hingga pertemuan akhir mencapai 87% secara klasikal dengan kriteria “Hampir Seluruh Siswa Sangat Terampil”.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan model TAKURIHING mampu meningkatkan aktivitas belajar, keterampilan memecahkan masalah siswa dan hasil belajar siswa. Disarankan penggunaan model pembelajaran ini mampu menjadi salah satu alternatif dalam meningkatkan aktivitas belajar dan keterampilan memecahkan masalah yang kemudian berdampak terhadap peningkatkan hasil belajar siswa.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI