DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENGEMBANGKAN KREATIVITAS DAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MENGGUNAKAN MODEL PAINTING DAN MEDIA LOOSE PART PADA ANAK KELOMPOK B DI PAUD TERPADU ISLAM BAITUL MAKMUR | |
| PENGARANG | : | HARIATI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-08-19 |
ABSTRAK
Hariati. 2024. Mengembangkan Kreativitas Dan Kemampuan Motorik Halus Menggunakan Model Painting Dan Media Loose Part Pada Anak Kelompok B Di PAUD Terpadu Islam Baitul Makmur. Skripsi Program S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing Maimunah, M.Pd.
Kata Kunci : Kreativitas, Motorik Halus, Project Based Learning, Expelicit Instruction, Loose Part.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kreativitas dan perkembangan aspek motorik halus anak pada kelompok B dalam menempel dengan tepat. Hal ini disebabkan oleh kegiatan pembelajaran yang kurang banyak melibatkan kegiatan yang melatih motorik halus anak seperti menempel, kegiatan lebih banyak mewarnai dan menebalkan huruf atau angka untuk menstimulus motorik halus. Model dan media yang digunakan kurang inovatif dan menarik bagi anak, serta pembelajaran yang kurang bermakna menjadikan anak lebih pasif dalam kegiatan pembelajaran. Maka dalam upaya mengembangkan kreativitas dan kemampuan motorik halus anak menggunakan kombinasi model project based learning, expelicit instruction, dan media loose part. Hal tersebut bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas anak, menganalisis kreativitas anak dan perkembangan motorik halus anak.
Pendekatan penelitian ini menggunakan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK), setting penelitian pada anak kelompok B PAUD Terpadu Islam Baitul Makmur yang berjumlah 18 orang anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi pada aktivitas guru, kreativitas anak, aktivitas anak, dan aspek motorik halus. Analisis data yaitu deskripsi dalam bentuk tabel dan grafik. Adapun indikator keberhasilan aktivitas guru dikatakan berhasil apabila mencapai skor 30 dengan kriteria “sangat baik”. Aktivitas anak secara klasikal memperoleh skor 84% dengan kriteria “seluruh siswa aktif”. Kreativitas anak secara klasikal dengan presentase 82% “ hampir seluruh siswa kreatif”dan hasil perkembangan motorik halus anak dengan presentase 100% kriteria berhasil berkembang dan hasil perkembangan minimal 80% dan mencapai skor 3 dan 4.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru pertemuan 1, 2, 3 dan 4 menunjukkan bahwa setiap langkah-langkah terlaksana dengan baik. Aktivitas anak memperoleh kategori sangat aktif. Kreativitas anak memperoleh kategori sangat kreatif dan hasil perkembangan motorik halus mencapai 100% anak yang berhasil dengan mendapat (BSH) dan (BSB).
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kombinasi model Project Based Learning, Expelicit Instruction dan Media Loose Part dapat mengembangkan kreativitas dan hasil perkembangan motorik halus anak dengan sangat baik. Maka disarankan bagi kepala sekolah, bagi guru dan peneliti lainnya dapat digunakan menjadi alternatif , bahan masukan informasi untuk memperbaiki pembelajaran pada anak.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI