DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENGEMBANGKAN AKTIVITAS, KEMANDIRIAN, DAN ASPEK MOTORIK HALUS DENGAN MODEL PADI MELALUI KEGIATAN MOZAIK PADA ANAK KELOMPOK B1 TKN 1 ALALAK HANDIL BAKTI
PENGARANG:ANITA MUFRIDA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-08-20


Mufrida, Anita. 2024. Mengembangkan Aktivitas, Kemandirian, Dan Aspek Motorik Halus Dengan Model Padi Melalui Kegiatan Mozaik pada Anak Kelompok B1 Tkn 1 Alalak Handil Bakti. Skripsi Program Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing Dr. Rizky Amelia, M.Pd.

Kata Kunci: Motorik Halus, Project Based Learning, Direct Instructions, Kegiatan Mozaik

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas anak dalam proses kegiatan pembelajaran, rendahnya kemandirian anak dalam kegiatan pembelajaran, dan rendahnya kemampuan aspek motorik halus anak dalam mengontrol gerakan tangan yang menggunakan otot halus. Hal ini disebabkan kurangnya kegiatan menarik yang menstimulasi kemampuan motorik halus dan penggunaan model pembelajaran yang kurang bervariasi. Penelitian ini bertujan untuk mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis aktivitas anak, kemandirian dan menganalisis hasil perkembangan motorik halus anak.

Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dan jenis penelitian Penelitian Tindak Kelas, dilaksanakan dengan 4 pertemuan. Setting penelitian ini adalah anak kelompok B1 TK Negeri 1 Alalak dengan jumlah anak 16 orang anak. Data diperoleh dari lembar hasil observasi aktivitas guru, anak, kemandirian dan hasil capaian perkembangan motorik halus anak. Teknik pengumpulan data yang dilakukan observasi dengan analisis data kualitatif dan kuantitatif.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan I mendapat skor 17, pertemuan II mendapat skor 21, pertemuan III mendapat skor 24, dan pertemuan IV mendapat skor 28. Aktivitas anak pada pertemuan I memperoleh persentase 25%, pertemuan II memperoleh persentase 75%, pertemuan III memperoleh persentase 87%, dan pertemuan IV memperoleh 100%. Kemandirian anak pada pertemuan I memperoleh persentase 37%, pertemuan II memperoleh persentase 50%, pertemuan III memperoleh persentase 87%, dan pertemuan IV memperoleh 100%. Hasil perkembangan motorik halus pada pertemuan I memperoleh persentase 19%, pertemuan II memperoleh persentase 37%, pertemuan III memperoleh persentase 83%, dan pertemuan IV memperoleh 100%.

Berdasarkan temuan ini dapat disimpulkan bahwa kombinasi Model Project Based Learning dan Direct Instruction dapat meningkatkan hasil belajar anak. Pada aktivitas guru mencapai kriteria sangat baik dan aktivitas anak mencapai kriteria sangat aktif kemandirian anak mencapai skor sangat mandiri serta perkembangan motorik halus anak mencapai Berkembang sangat baik. Diharapkan bagi kepala guru,kepala sekolah dan peneliti selanjutnya dapat menjadi salasatu alternatif saat memilih model pembelajaran secara keseluruhan.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI