DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING MELALUI MEDIA GAME EDUKASI PADA KELAS B TK ISLAM AL-ZAHRAH MARTAPURA | |
| PENGARANG | : | SAYYIDA NAFISA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-08-21 |
ABSTRAK
Nafisa, Sayyida. 2024. Mengembangkan Kemampuan Memecahkan Masalah Menggunakan Model Problem Based Learning Melalui Media Game Edukasi Pada Kelas B TK Islam Al-Zahrah Martapura. Skripsi Program S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing: Chresty Anggreani, M. Pd.
Kata kunci : Memecahkan Masalah, problem Based Learning, Game Edukasi.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan anak dalam memecahkan masalah. hal ini disebabkan kurangnya media pembelajaran beragam juga bersifat monoton sehingga anak mudah merasa bosan dan anak menjadi malas dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu, kurangnya penggunaan metode dan media yang bervariasi dalam pembelajaran juga membuat anak menjadi kurang aktif dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru, mendeskripsikan aktivitas anak dan menganalisis hasil capaian perkembangan kemampuan memecahkan masalah anak. Upaya pemecahan masalah ini yaitu dengan menggunakan model Problem Based Learning dengan menggunakan media Game Edukasi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus dengan masing – masing terdiri dari 3 kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah kelas B TK Islam Al-Zahrah Martapura dengan jumlah anak sebanyak 11 orang anak. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan yaitu lembar aktivitas guru, aktivitas anak, dan hasil perkembangan. Indikator keberhasilan aktivitas guru dikatakan berhasil apabila mencapai kategori “Sangat Baik”, aktivitas anak mencapai kategori “Sangat Aktif” dan hasil perkembangan kemampuan memecahkan masalah anak mencapai kategori “Berkembang Sangat Baik (BSB)”.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aktivitas guru pada pertemuan ke-1 mendapatkan skor 14 dengan kategori “Cukup Baik”, pertemuan ke-2 mendapat skor 16 dengan kategori “Cukup Baik”, pertemuan ke-3 mendapat skor 17 dengan kategori “Cukup Baik”, pertemuan ke-4 mendapat skor 22 dengan kategori “Baik”, pertemuan ke-5 mendapat skor 24 dengan kategori “Sangat Baik” dan pada pertemuan ke-6 mendapat skor 26 dengan kategori “Sangat Baik”. (2) aktivitas anak pada peremuan ke-1 dengan presentase 50% pada kategori “Cukup Aktif”, pertemuan ke-2 dengan presentase 55% pada kategori “Cukup Aktif”, pertemuan ke-3 dengan presentase 59% pada kategori “Cukup Aktif”, pertemuan ke-4 dengan presentase 74% pada kategori “Aktif”, pertemuan ke-5 dengan presentase 85% pada kategori “Sangat Aktif” dan pada pertemuan ke-6 dengan presentase 92% pada kategori “Sangat Aktif”. (3) hasil pengembangan kemampuan memecahkan masalah pada pertemuan ke-1 dengan presentase 41% hanya 4 orang anak yang berhasil berkembang, sehingga pada pertemuan ke-6 mencapai presentase 93% atau 10 orang anak berhasil berkembang dengan kategori “Berkembang Sangat Baik (BSB)”.
Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa menggunakan model Problem Based Learning, melalui media Game Edukasi dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas anak, dan hasil perkembangan kemampuan memecahkan masalah pada anak. Adapun saran dalam penggunaan model Problem Based Learning melalui media Game Edukasi sebagai referensi pembelajaran efektif untuk mewujudkan hasil peningkatan perkembangan kemampuan memecahkan masalah pada anak.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI