DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN AKTIVITAS, MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA (LUAS BANGUN DATAR) MENGGUNAKAN MODEL PETA PADA SISWA KELAS IV SDN 2 PANGERAN.
PENGARANG:NURMAIDA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-08-22


ABSTRAK Nurmaida (2024). Meningkatkan Aktivitas, Motivasi Dan Hasil Belajar Matematika (Luas Bangun Datar) Menggunakan Model Peta Pada Siswa Kelas IV SDN 2 Pangeran. Skripsi Program S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing: Ibu Prof. Dr. Hj. Aslamiah, M.Pd., Ph.D. Kata Kunci: Aktivitas Belajar,Motivasi Belajar , Hasil Belajar, Model Problem Based Learning, ModelExample Non Example, Model Teams Games Tournament Permasalahan pada penelitian ini adalah rendahnya aktivitas, motivasi dan hasil belajar siswa. Hal ini disebabkan oleh pembelajaran yang bersifat satu arah , kurangnya keaktifan siswa saat proses pembelajaran , tidak menggunakan model dan media pembelajaran bervariasi, serta pembelajaran monoton. Upaya mengatasinya dengan menggunakan model PETA yang terdiri dari model Model Problem Based Learning, Model Example Non Example, Model Teams Games Tournament. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis peningkatan aktivitas siswa, motivasi belajar siswa , serta hasil belajar. Penelitian ini menggunakan PTK yang dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan. Subjek penelitian yaitu siswa kelas IV SDN 2 Pangeran yang berjumlah 9 orang, pada semester II tahun ajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, motivasi belajar siswa, serta hasil belajar yang diperoleh melalui tes tertulis secara kelompok dan individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan 1 sampai 4 memperoleh kriteria “sangat baik”. Aktivitas siswa pada pertemuan 1 sampai 4 meningkat dari kriteria “cukup aktif” menjadi “sangat aktifmotivasi belajar siswa meningkat dari kriteria “cukup tinggi” menjadi “sangat tinggi”. Sehingga hal ini berdampak pada hasil belajar afektif, kognitif, dan psikomotorik siswa pertemuan 1 sampai 4 terjadi peningkatan secara klasikal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan 1 memperoleh nilai skor 21, pertemuan 2 memperoleh nilai skor 24, pertemuan 3 memperoleh nilai skor 26 dan pertemuan 4 memperoleh nilai skor 29. Aktivitas siswa pada pertemuan 1 memperoleh presentasi 33%, pertemuan 2 memperoleh persentase 55%, pertemuan 3 memperoleh persentase 78% dan pada pertama 4 memperoleh skor 100%. Adapun hasil dari motivasi belajar siswa secara keseluruhan melalui peningkatan pada pertemuan 1 memperoleh presentasi 33% pertemuan 2 memperoleh persentase 44% pertemuan 3 persentase 78% dan pertemuan 4 diperoleh persentase 100%. Untuk ketetasan klasikal hasil belajar siswa pada pertemuan 1 memperoleh persentase 33% pada pertemuan 2 memperoleh persentase 44% pada pertemuan 3 memperoleh persentase 67% dan pada pertemuan 4 memperoleh persentase 89%.Berdasarkan temuan dapat disimpulkan bahwa model PETA meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, motivasi belajar siswa , serta hasil belajar pada siswa. Disarankan penggunaan model tersebut sebagai alternatif dalam meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan kerjasama dan berpikir kritis, serta hasil belajar.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI