DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS CEMARAN AIR LIMBAH RUMAH POTONG AYAM (RPA) TRADISIONAL DI KOTA BANJARBARU
PENGARANG:MUHAMMAD DHIYAUL AULIYA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-08-23


Industri rumah potong ayam (RPA) yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan dampak negatif yang merusak lingkungan dan berdampak pada kehidupan manusia. Air limbah dari rumah potong ayam  sangat berbahaya bagi lingkungan. Faktor kunci yang membuat daging unggas diminati adalah keterjangkauan, nutrisi, dan tidak adanya batasan agama atau budaya.  Banyaknya permintaan daging ayam telah menyebabkan banyak RPA tradisional didirikan, tetapi banyak RPA yang belum memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah. Limbah yang dihasilkan oleh RPA sering kali menyebabkan masalah pencemaran lingkungan di sekitar kawasan RPA. Air limbah pemotongan ayam memiliki kandungan zat organik yang tinggi dan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan jika tidak diolah dengan baik sebelum dibuang. RPA di Kota Banjarbaru belum melakukan pengolahan limbah cair. Air limbah RPA paling banyak ditemukan pada aktivitas pemotongan dan pencucian perkakas yang digunakan selama kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan adanya cemaran bakteri Salmonella sp dari sampel daging ayam yang berasal dari RPA tradisional di Kota Banjarbaru. Oleh karena itu, perlu perhatian khusus terhadap pengelolaan limbah cair dari RPA untuk mencegah dampak negatifnya terhadap kualitas lingkungan sekitar, terutama kualitas air sungai. Maka dari itu penelitian yang berjudul Analisis Cemaran Air Limbah Rumah Potong Ayam (RPA) Tradisional Di Kota Banjarbaru perlu dilakukan.

Penelitian ini bertujuan Menganalis  pengelolaan air  limbah  Rumah Potong Ayam Tradional yang ada di Kota Banjarbaru. Mengevaluasi pengelolaan limbah cair di RPA tradisional saat ini, dan sejauh mana mereka memenuhi standar lingkungan yang berlaku (Peraturan Menteri Lingkungan Hidup RI No. 5 Tahun 2014  tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha Dan Atau Kegiatan RPH.

Hasil penelitian menunjukkan di 3 RPA pengelolaan air limbah belum berjalan optimal, karena semua air limbah   baik  dari pemotongan, perendaman dengan air panas untuk pencabutan bulu,  pengolahan organ dalam yang mengandung darah (usus dan  hati), serta proses pembersihan tempat penyembelihan dan pembersihan peralatan digunakan di RPA, dibuang langsung tampa diolah. Kualitas air limbah  di 3 TPA masih dalam kategori rendah yaitu dilihat dari kandungan lemak/minyak, NH3-N (0,05-40), dan pH (3,20-6,10), namun Biochemical Oxygen Demand (BOD), (1.866,67-11.533 mg/L) Chemical Oxygen Demand (COD) (27,414-12.417,04 mg/L), Total Suspended Solids (TSS) (129-989) mg/L) sangat tinggi dan melebihi  baku mutu air limbah.  Sedangkan kualitas air di Sungai kemuning bawah baku mutu air limbah berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 5 tahun 2014. Maka dari itu Ke 3 RPA perlu memperhatikan pengelolaan air limbah agar lebih baik lagi, RPA wajib melaksanakan pemantauan kualitas air limbah secara rutin, pengelola RPA wajib selalu menjaga lingkungan RPA tetap aman dari polusi atau pencemaran.

Kesimpulan Praktik pengelolaan  limbah di Rumah Potong Ayam (RPA) Tradisional di Kota Banjarbaru menunjukkan bahwa limbah, baik cair maupun padat, dihasilkan dari berbagai tahap proses pemotongan ayam dan umumnya dibuang langsung ke saluran pembuangan tanpa pengolahan terlebih dahulu. Kualitas air limbah di rumah potong ayam tradisional yang ada di Kota Banjarbaru, secara keseluruhan, hasil uji laboratorium terhadap kualitas air limbah di ketiga RPA Rambai Tengah, Arjuna, dan Guntung Manggis menunjukkan bahwa sebagian besar parameter melebihi batas maksimum yang ditetapkan oleh peraturan. Meskipun konsentrasi minyak dan lemak serta amonia (NH3-N) umumnya masih di bawah batas maksimum, hasil ini secara keseluruhan menandakan perlunya peningkatan pengelolaan limbah di RPA tersebut untuk mencegah dampak negatif terhadap lingkungan

Saran RPA di Kota Banjarbaru perlu memasang sistem pengolahan limbah yang efektif untuk mengurangi konsentrasi parameter pencemar seperti: pH, TSS, BOD, dan COD. Melakukan monitoring rutin terhadap kualitas air limbah, memberikan pelatihan kepada karyawan, kolaborasi dengan pihak terkait, dan melakukan kampanye edukasi kepada masyarakat.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI