DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MANAJEMEN MUTU DI SEKOLAH UNGGUL DI SMAN 1 BANJARMASIN DAN SMAN 7 BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | AYU MUTIA SARI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-08-23 |
Dalam penyelenggaran pendidikan, sekolah sebagai penyelenggara pendidikan memiliki tanggung jawab untuk selalu menjamin mutu pendidikan. Akan tetapi, penerapan manajemen mutu di sekolah tentu saja bukan tanpa kendala. Berbagai usaha dilakukan oleh sekolah untuk memberikan pelayanan yang baik dan terus meningkatkan mutunya. Hal sama juga dialami oleh dua Sekolah Menengah Atas yang paling diminati di Banjarmasin yaitu, SMAN 1 Banjarmasin dan SMAN 7 Banjarmasin. Meskipun telah dikenal sejak lama sebagai sekolah unggul dan favorit, kedua sekolah ini terus berupaya meningkatkan mutu sekolah di tengah perubahan dan kemajuan pengetahuan dan teknologi yang terus berlangsung. Oleh karenanya penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen mutu serta kendala yang dihadapi dalam penerapan dan upaya untuk menindaklanjuti kendala yang dihadapi tersebut.
Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan desain penelitian studi kasus dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Selain itu, subjek dari penelitian ini adalah pimpinan, wakil kepala seolah, dan beberapa guru di SMAN 1 Banjarmasin dan SMAN 7 Banjarmasin.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen mutu di SMAN 1 Banjarmasin dan SMAN 7 Banjarmasin berdasarkan lima pilar sekolah bermutu. Pada Customer Focus, kedua sekolah menjadikan kepuasan pelanggan terutama peserta didik dan orang tua sebagai pertimbangan penting dalam menjaga kualitas mutu pendidikan di sekolah. Selanjutnya, pada Total Participation, kedua sekolah telah melibatkan semua warga sekolah termasuk guru, peserta didik, orang tua peserta didik, komite sekolah dan ikatan keluarga alumni dalam pelaksanaan manajemen mutu. Kemudian, pada Measurements, pengukuran mutu dan kualitas kedua sekolah didasari oleh Rapor Pendidikan yang juga menjadi dasar dalam memperbaiki mutu sekolah. Lebih lanjut lagi, pada Commitment, bagi kedua sekolah, dukungan dari pihak internal yaitu warga sekolah serta dukungan dari eksternal seperti dari orang tua peserta didik, pemerintah, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sangat diperlukan dalam pelaksanaan manajemen mutu di sekolah. Sedangkan, pada Continuous Improvement, kedua sekolah terus berupaya untuk meningkatkan kompetensi guru-guru melalui pelatihan, IHT (In House Training), workshop maupun bimtek dan pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar (PMM) dalam rangka peningkatan mutu sekolah.
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen sekolah dalam meningkatkan mutu sekolah. Selain itu, diharapkan dapat mendorong partisipasi orang tua peserta didik agar terus mendukung kegiatan-kegiatan peserta didik di sekolah.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI