DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENGEMBANGKAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK DALAM MENTAATI ATURAN BERMAIN MENGGUNAKAN KOMBINASI PJBL DENGAN METODE DEMONSTRASI DAN BERMAIN KOOPERATIF PADA KELOMPOK B2 RA NURUL IMAN BANJARMASIN
PENGARANG:DWI SITI ASTUTI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-08-23


Permasalahan dalam penelitian ini pengembangan kemampuan sosial emosional anak dalam mentaati aturan bermain pada kelompok B yang disebabkan oleh anak belum memiliki keinginan berbagi mainan dengan temannya,menggunakan prilaku yang agresif untuk menyelesaikan masalah seperti berkelahi,anak tidak tertarik untuk bermain bersama temannya, dan terlihat kurangnya kedisiplinan pada anak sehingga upaya pemecahan masalah sosial emosional dalam mentaati aturan bermain menggunakan model PjBL dengan metode demonstrasi dan bermain kooperatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas anak dan menganalisis hasil pengembangan sosial emosional anak dalam mentaati aturan bermain menggunakan model PjBL dengan metode demonstrasi dan bermain kooperatif. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan. Setting penelitian RA Nurul Iman Banjarmasin yang berjumlah 14 orang ( 3 orang perempuan, dan 11 orang laki-laki). Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan penilaian perkembangan sosial emosional. Indikator keberhasilan aktivitas guru dikatakan berhasil jika mencapai kriteria “sangat baik”. Aktivitas anak rata-rata kelas dengan persentase 83% kriteria sangat aktif dan hasil pengembangan sosial emoisional minimal 83% mencapai kriteria berkembang sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aktivitas guru pertemuann 1 dengan skor 18 kriteria “baik”, pertemuan 2 dengan skor 19 kriteria “sangat baik”, dan pertemuan 3 dengan skor 24 kriteria “sangat baik”, (2) aktivitas anak pertemuan ke 1 dengan persentase 21% kriteria “kurang aktif”, pertemuan ke 2 dengan persentase 50% kriteria “cukup aktif”, dan pertemuan 3 dengan skor 93% kriteria “sangat aktif”, (3) hasil pengembangan motorik halus pada pertemuan terakhir mencapai 93% anak yang berhasil mendapatkan berkembang sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model PjBL dengan Metode Demonstrasi dan Bermain Kooperatif dalam mentaati aturan bermain dapat meningkatkan aktivitas anak dan mengembangkan sosial emosional anak dengan sangat aktif dan baik. Disarankan kegiatan ini bagi guru, kepala sekolah dan peneliti selanjutnya dapat menjadi bahan masukan dalam mengembangkan sosial emosional terutama dalam mentaati aturan kelas dan bermain,

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI